Pentas Pelukis dan Wanita

IST/BE
Pentas Pelukis dan Wanita kerjasama Sanggar Teater Senyawa Curup dengan Bilal Akbar Fadilah yang mempu memukai ratusan pencinta teater di Rejang Lebong.

Pukau Ratusan Pecinta Teater RL

CURUP, Bengkulu Ekspress – Grup teater dari Rejang Lebong, Sanggar Teater Senyawa Curup bekerjasama dengan Bilal Akbar Fadillah menggelar pementasan teater bertajuk Pelukis & Wanita karya/sutradara Adhy Pratama Irianto. Pentas ini digelar selama dua hari berturut-turut, mulai tanggal 8 November hingga 9 November 2019 di Gedung Al Fatih, Sukowati, Curup. Pimpinan produksi pementasan ini, Iman Kurniawan menyatakan bahwa pentas ini merupakan rangkaian dari tur Sumatera yang digelar oleh Sanggar Teater Senyawa selama 2019 hingga 2020 mendatang. Sebelumnya, pentas ini digelar di Teater Arena, Taman Budaya Jambi dan dilanjutkan ke Curup.

“Selanjutnya, pentas ini akan dibawa ke Palembang (Sumsel), Lampung, Padang dan Pekanbaru,” ungkap Iman.

Iman menambahkan, pentas ini merupakan pentas drama absurd yang menjadi salah satu pementasan post-realis pertama di Rejang Lebong. Tentu saja, hal itu cukup beresiko, mengingat penonton di Rejang Lebong belum terbiasa untuk menyaksikan sebuah pementasan teater, apalagi yang post-realis. “Namun, karena dalam rangkaian tur, tentunya kita mesti berani mencoba,” tambah dia.

Iman menambahkan, pentas ini dapat digelar berkat dukungan seorang pemuda Curup bernama Bilal Akbar Fadillah. Kebetulan, Gedung Al Fatih ini berada di komplek rumah dan PAUD Al Fatih miliki keluarga Bilal Akbar Fadillah. “Tidak hanya memberi bantuan berupa pinjaman gedung, tapi Bilal juga memberikan bantuan dana produksi yang sangat membantu Teater Senyawa untuk menggelar pementasan ini,” tambah dia.

Sementara itu, di tempat terpisah, Bilal Akbar Fadillah mengaku mendukung sebuah pentas teater di Curup karena merasa geliat seni teater khususnya dengan pendekatan akademik sangat penting dilakukan. Di daerah lain, teater sudah menjadi ilmu pengetahuan, sedangkan di Curup untuk menjadi hiburan saja masih belum sampai. “Grup teater tentunya mesti mendapatkan dukungan penuh, dari siapapun. Saya tidak bermaksud apa-apa dengan mendukung grup ini (Teater Senyawa), saya hanya ingin potensi dan geliat teater sebagai ilmu pengetahuan terus terjaga,” kata Bilal.

Pelukis dan Wanita adalah naskah drama karya Adhy Pratama Irianto yang ditulis sejak tahun 2012 dan diperbaiki lagi tahun 2018 ketika mendalami ilmu keaktoran dan penulisan naskah di Teater Satu Lampung di bawah asuhan Iswadi Pratama. Naskah teater absurd ini mengangkat pemikiran Jean-Paul Sartre, seorang filsuf ekstensialis asal Prancis. Kisah penantian panjang yang tak berujung, serta kebebasan memilih menjadi sebuah hukuman bagi seorang wanita menjadikan naskah ini memiliki plot circular khas drama absurd ala Samuel Beckett dan Albert Camus.

Tidak hanya itu, pemuda yang juga dikenal dengan nama pena Adhyra Irianto tersebut juga menjadi aktor dalam pentas tersebut menjadi tuan pelukis, bersama dengan Deni Kurniawan (pemeran asisten pelukis) dan Wulan Aprianti (pemeran tuan putri). Selain didukung Iman Kurniawan sebagai Pimpinan produksi, penggarapan karya ini juga didukung oleh Ikhsan Satria Irianto yang baru-baru ini mendapatkan gelar sebagai sutradara muda terbaik Indonesia untuk pertunjukan rakyat di Bangka Belitung sebagai dramaturg, serta Diah Irawati yang menjadi analis naskah dan pencatat adegan.

Pentas ini juga didukung sejumlah anggota Teater Senyawa lainnya, seperti Hilwa Wardatul Jannah (penata rias/kostum), Aditya Kharisma (tim produksi/promosi), Herdito Sumantri (penata musik), Devra Kurnia Shandy (penata cahaya) dan Teater Petass SMAN 1 Curup sebagai kru panggung.(251)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*