Penjualan Pakaian ‘Second’ Tetap Eksis di Kota Bengkulu

NELA OKTARIA/BE- Dita Anggraini karyawan toko Eva Fashion sedang merapikan baju 'second'.
NELA OKTARIA/BE – Dita Anggraini karyawan Toko Eva Fashion sedang merapikan baju ‘second’ yang dijual.

BENGKULU, BE – Penjualan pakaian second atau bekas masih tetap eksis bertahan hingga sekarang di Kota Bengkulu. Pasar Panorama menjadi pusat penjualan pakaian bekas ini. Mulai dari baju, celana, jaket, seprei, selimut dijual dengan harga murah di pasar ini

”Pakaian bekas ini berasal dari negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia yang dikirim lewat jalur laut dari Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Biasanya baju-baju dari Singapura dan malaysia seperti kemeja, kaos dan celana,” ujar Dita Anggraini (20), Karyawan Toko Eva, seraya menyatakan toko tempatnya bekerja itu sudah 10 tahun berdiri.

Fashion, sentra penjualan pakaian bekas di Pasar Panorama saat diwawancara BE Senin (31/8).Harga pakaian ‘second’ yang dijual pun beragam. Celana mulai dari Rp 10 ribu-Rp 25 ribu, kemeja dari harga Rp 8 ribu-Rp 30 ribu. Jaket dari harga Rp 15 ribu-Rp 35 ribu, seprei dari harga Rp 40 ribu-65 ribu dan untuk selimut berkisar dari Rp 20 ribu-Rp 65 ribu.

Pakaian yang paling banyak dimanati pembeli adalah baju kemeja dan celana. Dita pun menjelaskan, toko tempat ia bekerja ini cukup banyak pembelinya. Bisa mendapatkan omzet per harinya mencapai Rp 1 juta.  Pembeli yang datang pun beragam, mulai dari remaja, dewasa hingga orang tua.

“Harga murah, kualitas masih bagus dan layak pakai. Ini saya beli kemeja seharga Rp 30 Ribu,” kata Desta Tri Wandika (16) pelajar dari SMAN 04 Kota Bengkulu.

Desta yang sudah sering membeli pakaian bekas di Pasar Panorama juga memberikan tips untuk membeli pakaian bekas ini. Pertama, rajin memilih mana yang bagus. Kedua, harus teliti agar pakaian yang dibeli tidak ada cacatnya. Ketiga, datang dihari Minggu karena hari Minggu merupakan jadwal pakaian bekas ini masuk sehingga masih tersedia banyak pilihan. (Mg6)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*