Penjualan Jeruk Gerga Meningkat

ERICK/Bengkulu EkspressBELI: Salah seorang warga yang akan mudik ketika membeli jeruk Gerga sebagai oleh-oleh.

LEBONG, Bengkulu Ekspress– Jelang hari raya Idul Fitri 1440 H, pembelian jeruk Gerga khas Kabupaten Lebong meningkat.  Penjual jeruk gerga, Irian (48), warga Kelurahan Rimbo Pengadang Kecamatan Rimbo Pengadang Lebong menjelaskan, bahwa untuk hari biasa dirinya hanya mempu menjual jeruk mulai dari 5 hingga 15 kilogram saja dan harus ditunggu beberapa hari jeruk baru bisa habis terjual.

“Bahkan ada dalam satu hari jeruk tidak laku terjual,” jelasnya, kemarin (02/06).

Namun sudah beberapa hari belakangan, menjelang hari raya idul fitri 1440 H permintaan masyarakat yang membeli jeruk Gerga sangat meningkat. Terutama yang akan berangkat mudik dari Kabupaten Lebong menuju Kota Bengkulu atau Kabupaten lainnya maupun dari luar Provinsi Bengkulu.“Sehari saya bisa menjual 100 kilogram menjelang hari raya ini,” sampainya.

Bahkan diirnya bisa memastikan penjualan jerug Gerga akan lebih meningkat pada saat hari raya Idul Fitri, hal ini dikarenakan banyak dari luar Lebong yang berkunjung ke Kabupaten Lebong dan menjadikan jeruk menjadi oleh-oleh.

“tahun lalu saya bisa menjual 1 ton selama 1 atau 2 hari dan kemungkinan tahun ini akan kembali meningkat,” ujarnya.

Ditambahkan Hatmono (29) salah seorang pembeli jeruk mengatakan bahwa, setiap dirinya mudik dari Kabupaten Lebong menuju rumah orang tuanya di Kabupaten Kepahiang, sellau membeli jeruk sebagai oleh-oleh. Hal ini dikarenakan rasa asam manis jeruk sangat disukai oleh keluarganya.“Setiap membeli untuk oleh-oleh, saya membeli minimal 20 kilogram,” sampainya.

Pantauan di lapangan, di Kecamatan Rimbo Pengadang, tidak kurang lebih dari 20 orang penjual dan bisa dipastikan penjualan jeruk gerga menjelang dan pada saat hari raya Idul Fitri akan semakin meningkat dan dapat dikalkulasikan penjualan akan mencapai 20 hingga 30 ton dalam satu hari.(614)