Penjualan Ayam Stabil

RATU SAMBAN, BE – Pasca menyebarnya virus flu burung, baik yang sudah menyerang manusia maun banyak ayam mati mendadak, tidak berdampak terhadap permintaan ayam. Para penjual ayam potong mengaku saat ini dagangannya masih seperti biasa. Kalaupun ada perubahan, hal tersebut diduga disebabkan oleh faktor cuaca saja. Bahkan, permintaan ayam akhir-akhir ini justru mengalami sedikit peningkatan. Salah seorang pedagang ayam di Pasar Minggu, Marliyanti, mengaku setiap harinya jumlah 20 Kg yang dibawanya masih normal. Tidak ada sama sekali penurunan permintaan, walaupun sedang dilanda oleh isu flu burung. “Harga masih kita jual diantara 26 hingga 30 ribu. Harga ayam tersebut sudah ada kesepakatan sesama pedagang, jadi tidak ada persaingan di dalamnya. Seperti biasa, ayam yang kami bawa 20 Kg setiap harinya juga habis, walaupun sisa kurang dari 5 Kg, itupun bisa kita jual lagi besok,” katanya. Ironisnya, Yanti mengaku tidak mengetahui jika ada gonjang-ganjing adanya isu flu burung tersebut. Baginya, kalau permintaan menurun, pasti hanya masalah kebutuhan masyarakat, dan musim. Begitu juga jika ada kenaikan permintaan, dipastikan jika ada hajatan. “Ayam yang kami jual ini dari usaha ternak sendiri. Untuk masalah flu burunng, kita tidak tahu, dan tidak ada dampaknya juga,” cetusnya. Sementara pedagang ayam lainnya, Sutini mengatakan, ia tahu adanya flu burung. Namun hingga saat ini, penjualannya masih sama dengan hari-hari sebelumnya. “Pembeli masaknya juga harus matang, dan air mendidih secara maksimal. Kalau sudah dimasak, pasti virusnya juga mati. Namun syukurlah tidak berdampak dengan penjualan kami. harga yang kita tawarkan juga masih sama dengan sebelumnya,” kata Sutini. (**)