Penjual Bumbu Pasar Minggu Tewas Mengenaskan di Rumahnya

Ruang Pilah Sampah PDU BU

BENGKULU, BE – Warga yang tinggal di RT 2 RW 2 Keluahan Pematang Gubernur, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kamis (6/5) sore dihebohkan dengan penemuan mayat dengan kondisi mengenaskan. Pedagang bumbu di Pasar Minggu Kota Bengkulu ditemukan tewas mengenaskan dengan luka robek di bagian perut.

Nurohim ditemukan tergelatak dengan posisi terlentang didekat kolam depan rumahnya oleh masyarakat yang kebetulan sedang melintas didepan rumah korban. Hal tersebut dibenarkan Ketua RT 21, M Rusli.

“Yang melihat pertama kali warga dekat sini sedang melintas di depan rumah korban. Karena melihat ada kejanggalan kemudian warga mendekat, saat itu kondisi korban sudah meninggal dunia, luka robek di bagian perut,” jelas Rusli.

Posisi korban saat ditemukan terlentang, perut robek dan usus keluar. Warga sekitar tidak ada yang berani memberikan kesimpulan korban meninggal dunia karena dibunuh atau bunuh diri. Karena korban diduga tinggal sendirian sebelum ditemukan meninggal dunia.

“Kalau itu kami tidak bisa pastikan meninggal bunuh diri atau dibunuh,” imbuh Rusli.

Kabar meninggalnya Nurohim cepat menyebar ke warga yang tinggal disekitaran RT 2. Aparat kepolisian dari Polsek Muara Bangkahulu dan tim inafis Satuan Reserse Kriminal Polres Bengkulu berada di TKP setelah menerima laporan. Garis polisi langsung dipasang agar warga tidak ada yang mendakati TKP. Polisi juga sempat melakukan penyisiran disekitar rumah korban dan menemukan satu bilah pisau dapur gagang kayu warna coklat dan satu handphone warna putih.

Kapolsek Muara Bangkahulu, AKP Chusnul Qomar SIK mengatakan, untuk sementara kejadian tersebut adalah penemuan mayat. Polisi masih melakukan penyelidikan, mencari saksi untuk memastikan korban meninggal dunia disebabkan oleh apa. Karena banyak sekali kemungkinan yang membuat korban meninggal dunia selain bunuh diri, berkelahi atau menjadi korban pembunuhan.

“Belum bisa kami simpulkan penyebabnya apa, sekarang kita masih fokus melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti,” pungkas AKP Chusnul.(167)