Penilaian Tengah Semester Siswa Kota Bengkulu PJJ

BENGKULU, BE – Pelajar Kota Bengkulu mulai tingkat SD, SMP, SMA dan SMK sudah mengikuti pelaksanaan Penilaian Tengah Semester (PTS). Dulu dikenal Ulangan Tengah Semester (UTS). Dimasa pandemi covid-19, pelaksanaan PTS digelar menggunakan model daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

Wakil Kepala SMAN 1 Kota Bengkulu Anita MPd menuturkan, sepekan sebelum ujian dewan guru telah mempersiapkan bahan ujian untuk dimasukkan dalam aplikasi online.

“Ujian tidak dalam bentuk paper melainkan dalam bentuk online juga. sebelumnya dewan guru sudah mengentri soal melalui google form. Siswa/siswi diberikan pasword dan tinggal mengklik laman untuk mengerjakan soal,” ungkapnya.

Pelaksanaan PTS dilakukan mulai 28 September hingga 3 Oktober 2020. Dengan bentuk soal bervariasi. Pembuatan soal ujian pun diserahkan ke sekolah. Artinya soal disetiap sekolah berbeda. Tergantung dengan materi pembelajaran yang sudah disampaikan dewan guru. Pelaksanaan pembelajaran tidak murni berkutat pada penilaian akademik dan ketuntasan belajar.

Ketika disinggung tingkat kebocoran. Anita menegaskan, dalam PTS kali ini bukan kurikulum yang dikejar, karena diakui pelaksanaan ujian secara daring sulit untuk mengontrol tingkat kejujuran siswa.

Ia juga menegaskan tidak semua siswa/siswinya menggunakan handphone berbasis android. Sejumlah siswa bisa datang ke sekolah mengambil materi bahan ujian dan mengerjakanya di rumah. Kemudian, hasilnya dapat diantar kembali ke sekolah.

“Ujian yang offline sekitar 20-25 siswa datang ke sekolah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasi Bidang Pembinaan SMP Huteman MulyadiSPd membenarkan pelaksanaan PTS dilakukan secara daring. Meski begitu, untuk siswa yang tidak memiliki aplikasi dapat dilakukan secara offline dengan mengambil soal ke sekolah.

Penilaian dimasa pandemi covid-19 sudah dikenalkan ke masing-masing sekolah. Ini menjadi kebijakan satuan pendidikan dalam menentukan model aplikasi yang digunakan.

“Silahkan sekolah berinovasi, namun penerapannya siswa bisa mengikuti ujian dari rumah dan tidak berkerumun. Mengenai penilaian, guru sudah diberikan sosialisasi. Mereka sudah mengetahui bagaimana penilaian dimasa pandemi tersebut,” tukasnya. (247)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*