Pengunjung TWA Bukit Kaba Masih Terbatas


Ary/BE
Pengunjung TWA Bukit Kaba saat registrasi di loket masuk TWA Bukit Kaba, hingga saat ini pengunjung TWA Bukit Kaba masih terbatas, karena saat ini kegiatan berkemah di puncak Bukit kaba masih dilarang.

CURUP, bengkuluekspress.com– Meskipun akses masuk ke kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba sudah dibuka sejak pertengahan Agustus lalu. Namun kunjungan ke objek wisata yang ada di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang tersebut masih terbatas.
“Kalau pengunjung sudah mulai ada, terutama dihari libur namun jumlahnya masih terbatas dan lebih sedikit dari sebelum penutupan karena Covid-19 beberapa waktu lalu,” terang Fajar Ahmadi, petugas Loket TWA Bukit Kaba saat ditemui BE, Minggu (15/11).

Sejak dibuka kembali aktifitas di TWA Bukit Kaba, pihaknya mencatat paling banyak pengunjung yaitu 208 orang, itupun karena ada kegiatan peringatan sumpah pemuda dari kelompok masyarakat, bila hari libur biasa menurutnya kadang jumlah pendaki tidak sampai 100 orang sedangkan untuk hari-hari biasa ada yang tidak ada pendaki sama sekali.
“Para pendaki saat ini selain warga Provinsi Bengkulu, ada sebagian dari daerah Sumatera Selatan seperti Lubuklinggau, Musirawas bahkan dari Palembang,” tambahnya.

Jumlah pengunjung atau pendaki ke TWA Bukit Kaba atau Gunung Api Kaba masih terbatas, salah satu penyebabnya adalah pembatasan waktu kunjungan. Dimana menurut Fajar hingga saat ini pembukaan kawasan TWA Bukit Kaba hanya sebatas hiking saja, sehingga para pengunjung tidak boleh melakukan kegiatan kemah atau camping dipuncak Bukit Kaba.
Sebagai alterntifnya, menurut Fajar sebagian pengunjung bermalam di kaki bukit kaba, kemudian mereka baru melakukan pendakian saat malam atau menjelang subuh. Karena menurutnya sebagian besar pengunjung melakukan pendakian Bukit Kaba untuk menyaksikan matahari terbit. Selain melakukan hiking, banyak juga pendaki yang memanfaatkan jasa ojek yang ada di Desa Sumber Urip.
“Kami berharap kegiatan camping bisa dibuka kembali, karena bila camping diatas tidak boleh pengunjung justru camping dibawah dan justru khawatir bila ada penyebaran Covid-19 terjadi kepada warga,” ungkap Fajar.

Sementara itu, terkait dengan biasa masuk TWA Bukit Kaba sendiri, menurut Fajar untuk pengunjung domestik yaitu warga negara Indonesia akan dikenakan asuransi Rp 1.000 per orang, kemudian tiket jasa masing-masing Rp 6.500 per orang. Selanjutnya juga akan dikenakan karcis masuk untuk hari biasa Rp 5 ribu untuk satu orang, kemudian bila kelompok minimal 10 orang dikenakan tarif Rp 2.500 per orang. Sedangkan karcis untuk hari libur untuk perorangan Rp 7.500 dan untuk kelompok Rp 3.750 per orang.
Kemudian untuk wisatawan mancanegara akan dikenakan tarif Rp 5 ribu untuk asuransi, Rp 6.500 untuk tiket jasa BUMDes dan Rp 100 ribu untuk karcis masuk dihari biasa dan Rp 225 ribu di hari libur.
Sementara itu, Joni (40) salah satu penyedia layanan ojek ke puncak Bukit Kaba mengaku sejak dibukanya kembali TWA Bukit Kaba para pengunjung memang banyak yang menyewa jasa ojek yang mereka sediakan..
“Kalau untuk jasa ojek untuk sekali jalan baik ngantar keatas atau jemput dari atas Rp 60 ribu, namun bila langsung pulang pergi Rp 100 ribu,” terang Joni.(251)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*