Pengundian Lapak Diundur

BENGKULU, BE – Rencana pengundian lapak untuk pedagang kaki lima (PK5) di PPN Panorama kemarin, tertunda. Hal ini tentu saja membuat ratusan pedagang yang telah menunggu sejak pagi, kecewa. Sejak pagi, terlihat petugas Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Kota Bengkulu yang digerakkan Kepala UPTD Pasar Panorama, Hermansyah SSos, mengukur lokasi yang akan dijadikan tempat lapak pedagang yang akan diundi menggunakan nomor urut. “Pagi ini kita lakukan pengukuran terlebih dahulu, baru setelah ini kita adakan pengundian tempat buat pedagang,” ujar Hermansyah pagi kemarin. Menurut Kepala UPTD tersebut, verifikasi terhadap pedagang merupakan peruntukan bagi pedagang yang betul-betul berhak memiliki dan menempati lokasi. Karena sampai dengan kemarin, sewaktu petugas lapangan membagikan undangan, banyak PKL yang tereliminasi tidak mendapatkan undangan karena dianggap petugas tidak terlalu berhak dengan berbagai pertimbangan yang salah satunya karena suami atau istri tersebut ada yang telah memesan kios/auning. Hasil data yang diperoleh petugas di lapangan sewaktu pembagian undangan, dari 632 PKL yang sebelumnya masuk database, hanya 342 pedagang kaki lima yang dianggap patut mendapat undangan untuk mengikuti pengundian tempat baru. Namun dikatakan Hermansyah hasil pendataan petugas dilapangan belum sepenuhnya final, karena dari hasil jumlah tersebut bisa terjadi pengurangan ataupun penambahan. “Bisa jadi sewaktu didata, PKL berhalangan berjualan dikarenakan sesuatu hal sehingga tidak menutup kemungkinan terjadi penambahan. Namun petugas teknis akan terus melakukan penyaringan dan verifikasi lagi terhadap PKL yang memang dianggap layak,” tutur Hermansyah.

Lebih lanjut dikatakan Kepala UPTD Panorama tersebut pengukuran dan kisaran jumlah lapak, sepertinya mengalami perubahan. Sebab, setelah dilakukan pengukuran, harus disediakan tempat untuk pejalan kaki. Sedangkan patokan ukuran sebelumnya, tidak memperhatikan hal tersebut. “Kita mematok lapak dengan ukuran 1 x 1,5 meter yang mana sekarang dilakukan penambahan ruang buat jalan masuk, kemungkinan patokan tempat untuk 400 PKL bisa jadi terlewat (kurang),” ungkap Hermansyah. Walaupun begitu katanya, PKL akan tetap diakomodir dan akan ditempatkan pada lokasi baru setelah revitalisasi tahap II selesai.¬†Pengumuman penundaan undian ini baru disampaikan Ketua Forum Pedagang Panorama Raflesia, Jailani Wadis yang turut mewakili pihak UPTD Panorama. pada pukul 11.30 WIB. “Untuk saat ini pengukuran belum selesai, kita lanjutkan besok. Bila pengukuran selesai, baru kita proses pencabutan nomor undian,” jelas Jailani. Setelah pemberitahuan tersebut, pedagang pun bubar. Namun masih ada juga yang tetap berkumpul di auning karena bingung dengan konsistensi UPTD Panorama dan FPR dalam menyebarkan undangan pencabutan nomor undian.

Pedagang Kecewa
Salah seorang pedagang kaki lima, Khaidah yang sebelumnya berjualan di Jalan Kedondong dan dipindahkan ke Jalan Belimbing, tepatnya di depan LLAJ sewaktu pengerjaan bangunan pasar tahap I, kemarin mendatangi Kepala UPTD Pasar Panorama. Ia mempertanyakan karena tidak mendapatkan undangan untuk mencabut nomor undian. Padahal menurut Khaidah, ketiga temannya yang turut dipindahkan ke Jalan Belimbing, mendapatkan undangan itu.¬†“Ketiga teman saya kemarin mendapatkan undangan, namun saya belum mendapatkan undangan tersebut karena tidak diberitahukan,” ungkap Khaidah saat bertemu Hermansyah. Dijelaskan Hermansyah pedagang yang dipindahkan ke Jalan Belimbing tersebut sebenarnya telah diumumkan untuk mengambil undangan, namun untuk yang belum harap menunggu revitalisasi tahap II. “Pada intinya kita akan menyaring PKL yang benar-benar membutuhkan, bila tempat tidak mencukupi maka akan difokuskan penempatannya pada tahap II nanti,” kata Hermansyah. (cw3)