Pengumpul Sumbangan Dicurigai

Surat Tugas Pengumpul Sumbangan Untuk Kyai Sumenep Madura

TAIS, BE – Sejak beberapa hari terakhir warga ibukota Kabupaten Seluma, Tais kembali kedatangan sejumlah orang peminta sumbangan untuk pesantren. Sedikitnya 4 orang pengumpul sumbangan beroperasi di wilayah dalam Kota Tais mendatangi rumah warga satu per satu meminta infaq uang seikhlas penyumbang. Kegiatan pengumpulan dana amal tersebut umumnya disadari tak meresahakan. Karena pekerjaannya meminta sumbangan sesuai dengan keikhlasan. Ditaksir ribuan rumah penduduk dikunjungi satu persatu hingga ditaksir pula, dalam sehari sumbangan bisa terkumpul jutaan rupiah. Namun salah seorang warga, Dahyan (33) menganggap persoalan muncul dari kegiatan pengumpul sumbangan tersebut. Karena, ternyata sumbangan yang dikumpulkan oleh petugas itu disebutkan untuk pembiayaan kyai pesantren Mishbahul Munir yang berada di Sumenep, Madura, Jawa Timur. ”Jauh nian orang minta sumbangan dari Madura ke sini. Apa di Madura atau di pulau Jawa sana tidak ada lagi orang yang mau nyumbang pesantren. Kenyataan ini menimbulkan tanda tanya, jangan-jangan mereka itu penipu,” ungkap Dahyan. Terkait kecurigaan penipuan, berbeda dengan Dayan, M Syamsu Hadinoto SP warga Gang SD Kelurahan Bungamas mengaku tak ambil bagian memikirkan aksi pengumpulan sumbangan tersebut. ”Terserah dia mau jujur ata tidak. Yang penting, kalau kita ikhlas nyumbang, nyumbang, kalau tidak bisa nyumbang ya tidak,” ujarnya. Sementara itu, salah seorang petugas pengumpul sumbangan yang dimaksud Dahyan, yang mengaku bernama Ach. Taufiq sempat memberikan keterangan pada BE. Ditegaskannya, bahwa aksi pengumpulan sumbangan tersebut bukan tipu muslihat. Mereka menjalankan misi yang ditugaskan oleh kyai Pesantren Mishbahul Munir, KH Thayyib SPd MPd untuk menggalan dana sumbangan dari masyarakat di Pulau Sumatera. Dana yang terkumpul akan diberikan ke pesantren untuk digunakan bagi keperluan pengembangan pesantren. ”Kalau saya tinggal di Ketahun, Bengkulu Utara. Kyai di Sumenep sana kebetulan amsih keluarga. Jadi kami bantu-bantu dia untuk mengembangkan pesantren,” katanya. (444)