Pengukuhan Forum TJSLP Ditunda

Pengukuhan Forum TJSLP Ditunda
Pengukuhan Forum TJSLP Ditunda

ARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress – Pengukuhan Forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJSLP) Kabupaten Bengkulu Utara terpaksa ditunda. Disebabkan, masih adanya beberapa perusahaan swasta di Kabupaten Bengkulu Utara (BU) yang bandel belum melaporkan laba bersih atau keuntungan 2017.

‘’Memang masih ada beberapa perusahaan belum melaporkan laba bersih 2017, yang kita minta,’’ ujar Kepala Bappeda Bengkulu Utara, Dr Sahat M Situmorang AP MM kepada BE ditemui, kemarin (1/2).

Kegunaan laporan laba bersih perusahaan itu, untuk mengetahui berapa jumlah total keuntungan yang diperoleh perusahaan tiap tahunnya. Kemudian, berapa kemampuan perusahaan untuk mengeluarkan Dana Corporate Social Responsibility (CSR).

‘’Dalam aturan sudah diatur berapa CSR yang harus disalurkan masing-masing perusahaan. Namun, kita ingin laporan keuntungan yang diperoleh perusahaan dan berapa kesanggupan mengeluarkan CSR-nya,’’ ungkapnya.

Akibat persoalan itu, ia menyampaikan pengukuhan forum TJSLP yang direncanakan dapat dilakukan pada akhir bulan Januari lalu, terpaksa ditunda hingga pertengahan Februari mendatang. Untuk itu, ia mengaku masih berupaya agar laporan laba bersih perusahaan dapat segera diserahkan.

‘’Ada beberapa perusahaan yang beralasan masih menunggu keputusan dari kantor pusat. Untuk itu, kita targetkan minggu kedua Februari ini forum TJSLP dapat dikukuhkan,’’ terangnya.

Disinggung mengenai penyaluran dana CSR dari forum TJSLP, ia menyebutkan akan diambil dari usulan Musrenbang yang tidak terakomodir. Kemudian, diserahkan kepada perusahaan agar dapat melakukan pembangunan di sekitar lingkungan perusahaan masing-masing.

‘’Nanti kita rumuskan dulu usulan yang tidak tecover. Selanjutnya, akan dibawa dalam rapat bersama TJSLP,’’ tuturnya.

Ia melanjutnya untuk pengawasan pekerjaan akan dilakukan secara bersama-sama melalui forum TJSLP dan keterlibatan masyarakat.

‘’Setelah ditunjuk perusahaan mana yang akan melakukan pembangunan, maka dibikin papan merk pekerjaan dan akan kita awasi. Apakah itu dikerjakan sesuai yang disepakati atau tidak,’’ pungkasnya.(816)