Penguatan Literasi Melalui Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Bengkulu, Bengkuluekspress.com – Untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), Perpustakaan Nasional RI, mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) strategi pengembangan perpustaakan dan TIK untuk layanan perpustakaan, yakni Tranformasi Perpustakaan
Berbasis Inklusi Sosial.

Kepala Pusat Pengembangan Pustakawan Opong Sumiati mengatakan kepada Bengkuluekspress.com, di Santika Hotel Bengkulu, Senin (17/6)

,
”Perpustakaan punya andil dalam mensejahterakan masyarakat.

Kegiatan ini punya tujuan yang konfrehensip, bahwa melalui perpustakaan itu dapat mengubah masyarakat menjadi lebih sejahtera.”

Dikatakan Opong, perpustakaan dituntut semakin kreatif dan inovatif sehingga dapat menumbuhkan berbagai kegiatan dengan melibatkan masyarakat, dan benar-benar bermanfaat untuk masyarakat. Karena program ini sungguh sangat jelas dan bermanfaat untuk maksyarakat.

“Harapannya perpustakaan itu dapat mengekspresikan diri secara efektif dan representatif melalui program yang disuguhkan perpustakaan itu terasa manfaatnya oleh masyarakat melalui berbagi, berkarya dan sejahtera,” terangnya.

Kegiatan bimtek tersebut diikuti sebanyak 28 orang dari kabupaten ataupun kota di Provinsi Bengkulu. Kegiatan bimtek yang diselenggarakan
di Santika Hotel Bengkulu itu berlangsung selama 5 hari, dari 17 hingga 21 Juni mendatang.

Kepala dinas Perpustakaan dan Kearsipan provinsi Bengkulu Meri Sasdi Jantan, yang sekaligus membuka kegiatan tersebut mengatakan, peran
Perpustakaan sangat penting didalam meningkatkan sumber daya manusia. Bila masyarakat sudah menyadari dan merasakan manfaat secara langsung layanan perpustakaan dalam kehidupannya, maka dengan sendirinya tingat kegemaran membaca akan lebih meningkat.

“Kegiatan ini kedepan, dapat difokuskan pada penguatan kapabilitas transformasi perpustakaan umum berbasis inklusi sosial di Provinsi, Kabupaten/Kota hingga di desa yang menitik beratkan pada beberapa rencana kerja utama penerima manfaat,” tegasnya.

Ditambahkan Meri, kedepannya diharapkan literasi yang kita perjuangkan tidak hanya sebatas pada kemampuan mengenal abjad dan angka
yang tercermin pada kemampuan membaca dan menulis, serta berhitung.

Perjuangan literasi ini sudah diperluas agar literasi sekarang ini dapat berupa bentuk kognitif skill berpikir logis, kritis, analisis membagi-bagikan ilmu pengetahuan dan menguasai teknologi dan transformasi kegiatan ekonomi produktif untuk kesejahteraan masyarakat. (HBN)