Pengrajin Kolang Kaling Mulai Bermunculan

Waliya (60) saat tengah mengeluarkan biji kolang kaling dari kulinya Selasa (3/3) kemarin. Saat ini pengrajin kolang kaling sudah mulai bermunculan di Rejang Lebong

CURUP, Bengkulu Ekpress – Meskipun bulan Ramadan 2020 masih sekitar 2 bulan lagi, namun saat ini para pengrajin kolang kaling yang kerap dijadikan menu buka puasa mulai bermunculan di Kabupaten Rejang Lebong.”Kalau saya konsisten memproduksi kolang kaling, namun pengrajin musiman saat ini juga sudah mudah bermunculan karena puasakan sebentar lagi,” terang Romadon (35) warga Desa Air Meles Atas Kecamatan Selupu Rejang saat dikonfirmasi Selasa (3/3) kemarin.

Untuk harga buah kolang kaling sendiri, menurut Romadon saat ini masih diangka Rp 4 ribu per Kg. Namun menurutnya harga kolang kaling ini akan terus meningkat seiring dengan dekatnya bulan puasa. Bahkan menurutnya saat bulan puasa nanti harganya bisa mencapai Rp 8 ribu per Kg.

“Kalau harga kami jual saat ini masih Rp 4 ribu per kilo, tapi kalau sudah dekat bisa bisa Rp 7 ribu sampai Rp 8 ribu per Kg,” akunya.

Buah aren yang ia jadikan kolang kaling sendiri, ia ambil atau beli dari sejumlah petani dikawasan tersebut, dengan harga satu tandannya Rp 10 ribu. Dari satu tandan buah aren tersebut, saat sudah menjadi kolang kaling beratnya bisa mencapai Rp 50 sampai Rp 60 Kg.

Hanya saja menurut Madon dari buah aren hingga menjadi kolang kaling sendiri membutuhkan proses yang cukup lama, karena menurutnya sebelum diambil bagian isi dari buah tersebut, harus melalui proses perebusan sendiri sekitar 1 sampai 2 jam menggunakan kuali besar.

Setelah itu, kemudian buah aren tersebut dibelah dan kemudian diambil isinya.”Untuk membuat kolang kaling saya membutuhkan biaya untuk membeli kayu bakar dan mengupah warga yang mencongkel isi dari buah aren untuk menjadi kolang kaling,” paparnya.

Meskipun harga jual dari kolang kaling lebih besar dari harga buah aren, namun karena membutuhkan biaya produksi, sehingga menurutnya keuntungannya yang ia terima tidak seberapa, hanya cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari sembari menunggu musim panen kopi.

Lebih lanjut Romadon yang sudah lima tahun menggeluti pembuatan kolang kaling tersebut, kolang kaling yang dihasilkan para pengrajin di Kabupaten Rejang Lebong tersebut dibeli oleh beberapa tengkulak, oleh tengkulak, selain untuk memenuhi pasar di Provinsi Bengkulu, kolang kaling produksi Rejang Lebong tersebut juga untuk memenuhi kebutuhan di sejumlah provinsi tetangga bahkan sejumlah kota besar di Pulau Jawa seperti Bandung.(251)