Penggadaian Perkuat Peran UMKM

EKO/BE
KERJASAMA: Vice President PT Pegadaian Area Jambi dan Bengkulu, Hendra Hermawanto saat diwawancarai awak media, usai menggelar perjanjian kerja sama antara PT Pegadaian dengan Hipmikindo Provinsi Bengkulu, di RM Adem Resto Bengkulu, kemarin (20/7).

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Pertumbuhaan ekonomi di Provinsi Bengkulu masih dinilai lamban. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Vice President PT Pegadaian Area Jambi dan Bengkulu, Hendra Hermawanto. Meski lamban, menurut Hendra, masih banyak potensi besar yang belum tergarap secara maksimal. Peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi faktor penting, untuk meningkatkan pertembuhan ekonomi tersebut.

“Bengkulu pertubuhaan ekonominya memang masih rendah. Tapi bukan berarti tidak ada potensi. Potensinya sangat besar, cuma belum tergarap dengan sepenuhnya,” terang Hendra kepada BE, usai menggelar perjanjian kerja sama (PKS) antara PT Pegadaian (Persero) dengan Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (Hipmikindo) Provinsi Bengkulu, kemarin (20/7).

Dia mengatakan, peran UMKM memang harus diperkuat, jika tidak maka ekonomi masyarakat tidak akan bergerak. PKS PT Pegadaian bersama Hipmikindo menjadi salah satu cara, untuk memperkuat UMKM. Karena pelaku UMKM nantinya akan lebih mudah menjadi mitra PT Pegadaian, demi meningkatkan bisnisnya. “Cukup banyak kerjasama yang akan kita lakukan nanti,” tuturnya.

Terdekat, PT Pegadaian bersama Hipmikindo akan membuat agen-agen Penggadaian. Anggota Hipmikindo akan secara otomatis menjadi mitra Penggadaian. Tentu nantinya, akan ada sinergi keuntugan yang akan diberikan kepada UMKM.

“Akan ada sinergi instensif fee dengan Penggadaian dan mitra,” tambah Hendra.

Sementara itu, Ketua DPD Hipmikindo Provinsi Bengkulu, Sylvia Chaeran NurVice President mengatakan, Hipmikindo merupakan wabah UMKM. Sebagai pelaku usaha, maka tidak bisa jauh dari permodalan. Baik untuk memulai usaha maupun pengembangan usaha. “Pengusaha mikro kecil ini sangat butuh sekali permodalan. Walapun kecil, kalau sulit mencari atau meminjam, ya bagaimana ya. Alhamdulilah walapun dengan Rp 50 ribu dari UMKM bisa meminjam di Penggadaian,” terang Sylvia.

Hipmikindo akan membangkitkan, memberikan perlindungan, pemberdayaan potensi UMKM di Bengkulu. Karena potensi SDM dan SDA nya cukup bagus. Maka harus ada wadah untuk mendorongnya, demi peningkatan ekonomi Bengkulu. “Kita bisa jadi konsultan dan advokasi untuk UMKM agar bisa lebih berkembang,” tuturnya.

Disisi lain, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler mengatakan Provinsi Bengkulu yang dinobatkan provinsi termiskin di Sumatera harus menjadi semangat kuat untuk keluar dari zona tersebut. Mendorong UMKM lebih maju itu, sebagai bentuk pembangkitan ekonomi. “Kita tidak boleh patah semangat dan menyerah. Kerjasama Penggadaan dan Hipmikindo ini bentuk pengutan UMKM,” terang Dempo.

Jika UMKM terus dikuatkan dengan suport permodalan, maka UMKM tersebut akan maju dengan sendirinya. Asalkan pelaku UMKM sendiri bisa komitmen mengembangkan usaha dan mengedepankan kualitas usahanya. “UMKM ini pilar pembangkit ekonomi dan kita di provinsi akan terus sport cara-cara seperti ini,” pungkasnya. (151)