Pengerukan Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu Dinilai Lamban

pulau baaiBengkulu, bengkuluekspress.com – Kepala KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) kelas lll Pulau Baai, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, M. Junaidin, menilai pengerukan alur Pelabuhan Pulau Baai Provinsi Bengkulu, lamban.

“Pengerukan belum maksimal, seharusnya kedalaman alur yang dicapai setelah 40 hari kerja 7-8 meter. Namun hasil evaluasi kita kedalaman yang baru dicapai 5-6 meter,” kata Junaidin kepada bengkuluekspress.com saat diwawancarai Senin (7/5).

Junaidi menerangkan, dengan kedalaman 5-6 meter tersebut. Banyak kapal tertentu seperti Meratus hampir sebulan terakhir tidak masuk ke Bengkulu. Apalagi kapal besar dengan kapasitas 35000 ton. Setidaknya jika kapal besar seperti itu alur kedalamannya 7-8 meter. Itupun tidak dapat bermuatan penuh untuk zona amannya dengan kedalaman 10 meter.

“Kalau dilihat, lambannya pengerukan alur Pelabuhan Pulau Baai ini, karena kinerja kapal keruknya yang tidak optimal,” tukasnya.

Ia menambahkan, sudah membahas hal itu dengan pelaksana pengerukan alur pelabuhan tersebut. Dalam hal ini PT. Rukindo dan PT. Pelindo ll. Perusahaan itu diminta meningkatkan lagi kemampuan kapal keruknya. Kalau bisa kapal keruknya diganti dengan yang lebih dari itu.

“Kita harus mengakui, itu sangat berdampak terhadap kegiatan usaha baik itu terhadap mitra kerja kita seperti eksportir dan pemilik barang,” tuturnya.

Solusi lainnya jika kegiatan itu tidak dapat dilayani di dalam pelabuhan, kita bisa melakukan transitmen apa itu di Pulau Mega atau di Pulau Tikus, tetapi sekarang ini mungkin terkait dengan Perda tentang Minerba (Mineral dan Batu bara). Jadi kita harus mendapat persetujuan dari pemerintah dalam hal ini Gubernur. Dalam Waktu dekat pembicaraan dengan Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, dilakukan.

Sementara itu, GM PT. Pelindo ll Hambar Wiyadi saat dikonfirmasi via telepon mengatakan, ”Saat ini kami sedang mengevaluasi kerja tersebut. Kita melakukan plan B dengan PT Rukindo dan IPC kantor pusat. Agar PT rukindo dapat melakukan pengerukan dalam seminggu ke depan harus tercapai yang diharapkan hingga lebih.

Kita akan melakukan plan B karena plan A tidak berjalan seperti apa yang diharapkan,” tutupnya. (HBN)