Pengendara Motor Tewas, Truk Batu Bara Terbakar

 

KARANG TINGGI, BE – Kecelakaan maut kembali terjadi kemarin (6/12) di ruas jalan Desa Dusun Baru II, Kecamatan Karang Tinggi. Truk batu bara SG bertabrakan dengan sepeda motor Yamaha Jupiter MX. Kerasnya tabrakan membuat pengendara motor tewas seketika. Sementara itu motor yang tergencet di kolong mobil menyulut api hingga membakar hangus motor dan bagian depan mobil.

Dari sejumlah keterangan didapat informasi kecelakaan bermula saat truk batu bara meluncur dari arah Kepahiang hendak menuju Pulau Baai. Truk yang dikemudikan Jhon Kanedi (40) warga Air Palik, Bengkulu Utara itu bermuatan batu bara 18 ton.

Naas saat melewati jalur di depan rumah warga, tiba-tiba sepeda motor yang dipacu Andi Asdar SP (25) dari arah berlawanan menyenggol bemper belakang sebuah kendaraan pribadi. Dan akhirnya terpental di aspal. Truk bat ubara yang melaju di depannya tak bisa dihindari lagi. Motor itu akhirnya langsung digilas ban depan truk hingga masuk ke kolong truk kemudian menyangkut di atas depan truk. “Motornya masih di bawah kolong truk,” kata Tomo, warga di dekat lokasi.

Sementara itu, pengendara motor Yamaha Jupiter MX, diketahui karyawan PT Bengkulu Mandiri, perusahaan batu galian C di Desa Durian Demang, diketahui tewas di tempat dengan kondisi luka robek di bagian perut, dan sebagian usus terburai. Organ tubuh lainnya juga berserakan di sekitar lokasi. Untuk mengamankan lokasi, korban selanjutnya dilarikan ke RSUD di Taba Penanjung.

“Korban terluka di bagian perut, dan di kedua paha. Bagian kepalanya tak apa-apa. Luka robek di bagian perut sepertinya kena benda tajam. Robeknya cukup rapi, usus dan organ di dalamnya ikut keluar,” ujar dr Allen M, saat membenahi jasad korban.

Usai kejadian, polisi melakukan olah TKP. Dari pantauan di TKP, diketahui truk yang dikemudikan Jhon Kanedi (40) itu langsung terbakar. Terbakarnya truk yang baru 2 tahun dikemudikan Jhon dikarenakan motor Yamaha Jupiter di bawah kolong truk itu pecah tanki. Polisi menduga akibat percikan api gesekan baik besi truk ataupun motor itu menyulut bensin yang keluar dari tanki yang pecah itu hingga akhirnya menimbulkan kobaran api, menghanguskan seluruh kepala truk.
“Tankinya pecah saat dilindas truk,” ujar BKO Kanit Lantas Benteng, Bripka Sucipto.

Selain itu akibat kejadian naas itu ikut memacetkan ruas jalan itu selama lebih kurang 1 jam.  Menurut penuturan Jhon Kanedi, sopir truk BB, saat ditemui di Polsek Karang Tinggi, ia saat kejadian itu sudah melambatkan laju kendaraannya. Di sebelah kanan jalan, jelas Jhon sudah berjejer 2 buah truk yang meminggirkan kendaraan mereka saat berpapasan.

Di belakang 2 truk itu pula, membuntuti sebuah kendaraan pribadi. Pengendara Yamaha Jupiter yang melaju amat kencang dari arah Bengkulu lantas menabrak bemper mobil berpenumpang itu, kemudian terpental ke aspal. Kemudian saat bersamaan truk yang dikemudikannya juga melintas kemudian  menggilas pengendara dan motor itu.

“Saya sudah pelan, karena waktu itu mobil juga lagi ramai. Tapi motor melaju kencang, sebelumnya menyenggol bodi belakang mobil. Terus tiba-tiba muncul di depan truk. Saya tidak bisa ngerem mendadak, dan digilas truk saya,” kata Jhon.

Baru Sebulan Pindah

Sementara itu saat ditemui di rumah duka di Jalan Sadang No 18 Rt 11 Rw 03 Lingkar Barat Kota Bengkulu, istri korban Supriani SE terlihat sangat terpukul. Dituturkan Kabag Perindustrian di Pemprov Bengkulu ini tak memiliki firasat apapun. Menurutnya sang suami baru satu bulan dipindah tugas ke Bengkulu Tengah oleh PT Bengkulu Mandiri.

“Saat itu almarhum masih melakukan kegiatan sebagai mana biasanya. Seperti mengantar anak kami sekolah. Yang berbeda adalah ketika kami berangkat kerja biasanya berbarengan keluar rumah namun tadi pagi almarhum belakangan,” ujar dengan mata terlihat sembab seraya mengutarakan malam sebelum kejadian, ia dan suami serta kedua anaknya masih sempat berkeliling ke ruamh saudara di Padang Serai.

Sepupu korban Doni Kurniawan (40) mengatakan almarhum dikenal pandai bergaul dan akrab dengan tetangganya. Ia juga aktif sebagai pengurus masjid.”Memang belum lama pindah tugas ke Benteng. Kurang lebih baru 1 bulan,” ungkap Doni
Korban meninggalkan dua orang anak. Anaknya yang tertua masih duduk di bangku kelas V SD dan yang bungsu berumur 5 tahun. Korban dimakamkan di TPU Padang Serai, kemarin.(cw2/122)