Pengembangan Perpustakaan Terkendala Lahan

Bengkulu
Sekretaris DPAD Benteng, HJ Muznaini

TALANG EMPAT, Bengkulu Ekspress – Pengembangan perpustakaan Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) sampai saat ini sulit dilakukan. Pasalnya, sejauh ini belum ada pihak yang bersedia menghibahkan lahan untuk pembangunan kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kabupaten Benteng.Akibatnya, seluruh aktivitas masih dilakukan di kantor yang darurat dan berukuran sempit.

Kepala DPAD Kabupaten Benteng, Drs Rustam Effendi melalui Sekretaris DPAD Kabupaten Benteng, Hj Muznaini membenarkan hal tersebut.

Ditambah lagi dengan DPAD Kabupaten Benteng sudah naik tingkat menjadi tipe A dan memiliki empat bidang. Sehingga mengakibatkan bangunan yang sejatinya adalah rumah dinas (rumdin) Camat Talang Empat tersebut menjadi semakin sempit.

“Tidak dapat dipungkiri, saat ini ruangan untuk perpustakaan masih belum memadai dan berukuran sempit. Jangankan untuk membuat pengunjung nyaman, untuk kepentingan pegawai saja belum memadai,” ungkap Muznaini.

Wanita yang sebelumnya menjabat selaku Kabid Rehab Sosial (Resos) Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Benteng ini mengaku, pihaknya telah berupaya keras dengan mengajukan usulan pembangunan gedung baru ke pemerintah pusat. Namun belum diakomodir lantaran sampai saat ini Pemkab Benteng belum memiliki tanah untuk dijadikan lokasinya.

“Dari hasil koordinasi ke pemerintah pusat, mereka siap untuk membangun kantor Perpustaakaan Daerah di Kabupaten Benteng. Syaratnya, tanah tersebut harus strategis dan berlokasi di tepi jalan. Selain itu, luasan lahan juga tidak boleh kurang dari 1 hektare. Syarat itulah yang sampai saat ini belum bisa kita penuhi,” terang Muznaini.

Meski begitu, lanjutnya, dengan keterbatasan sarana, pihaknya mengaku akan memberikan pelayanan optimal bagi pengujung yang datang. Baik para pelajar maupun dari masyarakat umum.

Selain menyediakan buku untuk mendapatkan informasi secara langsung, pihaknya juga telah menyediakan sebanyak empat unit perangkat komputer yang merupakan bantuan Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI).

Melalui fasilitas ini, pengunjung bisa mengakses informasi yang mereka butuhkan secara online.

“Untuk penggunaan fasilitas internet ini, petugas tetap melakukan pemantauan sehingga informasi yang diinginkan oleh pengunjung benar-benar informasi yang bermanfaat. Sehingga mereka bisa memahami perkembangan teknologi yang ada saat ini,” tutup Muznaini.(135)