Pengembangan Pariwisata Bisa Kuatkan Rupiah

ILUSTRASI duit
foto : ist

BENGKULU, BENGKULU EKSPRESS – Pengembangan sektor pariwisata dinilai dapat menjadi solusi untuk memperkuat posisi rupiah di masa depan. Strategi tersebut membutuhkan peran pemerintah daerah untuk menggarap potensi pariwisatanya dan menarik investasi ke dalam negeri.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Bengkulu, Endang Kurnia Saputra mengatakan, selain penanganan jangka pendek, semua pihak tentu juga perlu memikirkan rencana jangka panjang dalam menjaga stabilitas rupiah. Salah satu bentuk rencana jangka panjang tersebut yaitu pengembangan pariwisata daerah. Karena pariwisata merupakan fondasi kokoh karena juga akan mendorong sektor riil lainnya untuk tumbuh pesat, seperti, hotel, transportasi, restoran, industri rumah tangga, pertanian, bahkan pasar tradisional.

“Pariwisata yang diminati wisata asing menjadi salah satu cara mendapatkan dolar dari sisi yang lain,” kata Endang, kemarin (3/10).Menurutnya, semakin banyak turis asing mengunjungi Indonesia, maka semakin besar pula dolar yang akan masuk ke pasar.

Hal ini tentu sangat bagus untuk stabilitas rupiah. Namun, kendalanya saat ini, baru hanya sekitar 10 pariwisata Indonesia saja yang mampu menarik minat turis asing, diantaranya Bali, Raja Ampat atau Wakatobi.Sementara provinsi lain sebenarnya juga memiliki kekayaan alam yang tak kalah mempesona dengan karakter unik masing-masing, hanya saja belum tereksplor dengan baik.”Kita berharap, termasuk Bengkulu juga mulai membenahi sektor pariwisatanya untuk bisa mendunia juga, dengan begitu semakin banyak minat kunjungan dari masyarakat dunia,” tukas Endang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Yudi Satria mengatakan, pihaknya terus berusaha membenahi pariwisata Bengkulu serta gencar mempromosikannya baik di tingkat nasional maupun internasional melalui event-event yang digelar Pemerintah Daerah dan Pusat.

“Kita berharap kontribusi pariwisata bagi Bengkulu dan Indonesia cukup baik dalam meningkatkan PAD dan Devisa Negara,” ujar Yudi.

Akan tetapi seiring berjalannya waktu hingga priwisata di Bengkulu benar-benar semakin terkenal dan maju diperlukan juga peran serta masyarakat agar hal tersebut bisa terealisasi dengan baik. Salah satu langkah yang dapat dilakukan oleh masyarakat saat ini adalah ikut mempromosikan pariwisata melalui akun media sosialnya.

“Kalau kita bekerjasama mempromosikan pariwisata Bengkulu dengan baik maka akan semakin cepat Bengkulu terkenal,” terang Yudi.



Selain itu, untuk mendukung kemajuan dan menjaga stabilitas ekonomi daerah, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan wisata atau jalan-jalan ke luar negeri sebagai upaya membantu pemerintah menekan kebocoran devisa di tengah pelemahan nilai tukar rupiah.

“Jadi, kami harapkan kita jalan-jalan di dalam negeri saja atau Bengkulu saja,” kata Yudi.Pariwisata menjadi salah satu sektor yang diharapkan bisa mendorong kinerja ekonomi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah akibat defisit transaksi berjalan.

Sektor ini menjadi salah satu di antara solusi utama lain di samping meningkatkan ekspor produk dan menekan/mensubstitusi produk impor, meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), dan menerapkan biodiesel B20 untuk mengurangi impor BBM.”Ini justru menjadi kesempatan bagus bagi kita untuk lebih mengeksplore Indonesia pada saat ini sekaligus meningkatkan nasionalisme kita agar tidak banyak dolar keluar,” tutupnya.(999)