Pengembang dan Pejabat Polda Damai

5. Wadir itel saat melakukan perdamaian dengan perumaha Pancanaka, di Humas  Polda BengkuluBENGKULU,BE- Perkara yang terjadi antara pimpinan Pengembang Perumahan Pancanaka Green Garden dengan Direktur Direktorat Intelkam Polda Bengkulu AKBP Yudi Hermawan, S.SOS berakhir damai. Terkait insiden yang menimpa istri tercinta Wadir, cidera berat dan harus dijahit sebanyak 32 jahitan pada Kamis (30/5) lalu. Akibat terjatuh dari WC yang amblas di rumah yang dibeli Wadir di Komplek Perumahan Pancanaka.
“Setelah dilakukan penyelidikan dan pertimbangan, saya memutuskan mencabut pengaduan di Reskrimsus terkait dengan kecelakan menimpa istri saya,” ujar Wadir Yudi Hermawan.
Wadir Intelkam menyatakan ia melaporkan pengembang Pancanaka tersebut, karena selama ini ia menilai pengembang tidak komitmen dengan konsumennya. ”Ternyata setelah masalah ini berjalan, pengembang menunjukan itikad baiknya kepada saya,”ungkapnya.
Pengembang Pancanaka siap bertangung jawab atas semua insiden yang menimpa istri Wadir tersebut. Pengembang menanggung semua biaya pengobatan dan perawatan Istrin Wadir selama di rumah sakit. Selain itu pengembang juga siap membangunkan kembali rumah Wadir yang rusak tersebut.
Perdamaian  ini disampaikan Wadir Intelkan Yudi dan Pengembang Pancanaka Mukhtar Effendi dalam jumpa pers di Polda sekitar pukul 10.00 WIB kemarin. Jumpa pers ini juga dihadiri oleh Kabid Humas AKBP Herry Wiyanto.
Pengembang Mukhtar Effendi membenarkan pernyataan Yudi. Dan sesuai dengan surat perjanjian perdamaian ia akan bertangung jawab semuanya, mulai dari pengembalian uang hingga pemulihan korban. “Kami tadi sudah melakukan pertemuan. Hasilnya, kami sepakat berdamai. Kami akan bertangung jawab semuanya,”ungkapnya.
Kabid Humas Polda, Herry Wiyanto menuturkan,”Sesuai kesepakatan keduanya, kasus ini cukup sampai disini. Korban sudah mencabut laporannya dan dari perumahan Pancanaka bertanggung jawab semua atas kejadian yang menimpa istri Wadir beberapa waktu lalu,”tutup AKBP Hery (618)

  • haidar 22 Juni 2013 at 14:00

    Pengembang perumahan diBengkulu sering sekali merugikan konsumen,sprt yg saya alamin diperumahan BARATA PERMAI diJenggalu yg pengembangnya PT.GRIYA GRAHA PERMAI …tanah yg sewaktu akad kredit luasnya 225mtr ternyata setelah dicek diAKTEnya cuma 92 mtr,ini saya baru tahu setelah 5 thn kredit berjalan…SY berharap pengembang mempunyai etikad baik untuk segera menyelasaikan masalah ini.