Pengelolaan Pantai Panjang Jangan Dijadikan Persoalan

FOTO HENDRIK/BE – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu, Herizal Apriansyah saat diwawancarai Bengkuluekspress.com, Rabu (27/11).

BENGKULU, Bengkuluekspress.com – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu, Herizal Apriansyah menyampaikan, pengelolaan aset jangan sampai menjadi persoalan lantaran rebutan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Pada dasarnya aset-aset produktif misalnya Pantai Panjang harus menunjang pariwisata menuju Wonderful Bengkulu 2020.

“Jangan malah jadi persoalan karena rebutan ingin mengelolanya. Seperti Pantai Panjang, dulunya itu Pemerintah Kota yang mengelolanya, tetapi diambil alih Pemerintah Provinsi. Ambil positifnya saja, itu karena menghadapi Wonderful. Karena persiapannya harus lebih matang lagi. Selama ini mungkin dikelola Kota belum maksimal. Ya dari kami, tentu siapa saja mengelolanya tidak masalah. Asalkan produktif menunjang pariwisata,” kata Herizal kepada Bengkuluekspress.com, Rabu (27/11).

Politisi PKS ini menerangkan, koordinasi pengelolaan aset memang harus diperjelas lagi ke depan. Sehingga tidak menimbulkan persoalan dalam menentukan siapa yang mengelola aset bersangkutan. “Ini menjadi PR Komisi II yang membidangi aset. Tapi hingga sekarang kita belum menerima surat permintaan pengelolaan aset. Misalnya Kota yang ingin mengelola kembali Pantai Panjang,” katanya.

Jika nanti ada pemerintah kabupaten/kota mengajukan permintaan pengelolaan aset milik Provinsi, lanjut Herizal, dipastikan pihaknya di Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu akan melakukan pengkajian. “Seperti yang saya katakan diawal tadi, kita berharap aset ini menjadi penunjang pariwisata. Makanya untuk kedepannya kita inginkan ditingkat lagi dari sarana dan prasarananya. Kemaren itu diarah-arah Taman Remaja ingin dibangun gedung tapi belum jadi,” ujar Herizal.

Ditambahkan Herizal, untuk Taman Remaja dari pembahasan RAPBD 2019 belum ada alokasi anggaran untuk pengembangannya. Bisa jadi tahun depan masih terbangkalai Lantaran memang keterbatasan anggaran. “Meskipun begitu, kita tetap berharap aset-aset yang ada dikelola dengan baik. Sehingga bisa menunjang pariwisata kita kedepannya. Apalagi kita menghadapi wonderful 2020,” tutupnya Herizal. (HBN)