Pengelola Wisata di RL Harus Disiplin Terapkan Prokes

Sekretaris Dinas Kominfo saat menutup pelatihan tata kelola wisata Kamis (12/11) siang. Dalam kesempatan tersebut ia mengingatkan pengelola wisata untuk disiplin menerapkan Prokes.

CURUP, bengkuluekspress.com – Seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kabupaten Rejang Lebong. Dinas Pariwisata Kabupaten Rejang Lebong kembali mengingatkan pengelola wisata untuk benar-benar mematuhi protokol kesehatan.

“Kami kembali mengingatkan para pengelola wisata di Rejang Lebong ini untuk benar-benar disiplin dalam protokol kesehatan,” pesan Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Rejang Lebong, Ahmad Chalid ST usai menutup pelatihan tata kelola destinasi pariwisata tahun 2020 disalah satu hotel di Kota Curup Kamis (12/11) siang.

Para pengelola wisata diminta benar-benar disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, karena menurutnya sejak dilaksanakannya era new normal hingga adaptasi kebiasaan baru saat ini, jumlah kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata di Kabupaten Rejang Lebong terus mengalami peningkatan.

Untuk mengantisipasi penularan Covid-19 di sejumlah objek wisata terlebih lagi para wisatawan yang berkunjung ke Rejang Lebong tersebut berasal dari berbagai daerah termasuk dari luar Provinsi Bengkulu, maka penerapan protokol kesehatan secara ketat harus dilaksanakan.

“Selain menyiapkan sarana cuci tangan sebelum masuk tempat wisata, pengelola harus berani mengingatkan pengunjung untuk selalu menggunakan masker dan menjaga jarak saat berada di dalam lokasi wisata,” paparnya.

Sementara itu, terkait dengan pelatihan tata kelola wisata yang dilaksanakan Dinas Pariwisata Kabupaten Rejang Lebong, menurut Achmed salah satunya terkait dengan pengelolaan wisata di masa pandemi Covid-19. Dimana para peserta pelatihan yang merupakan pengelola objek wisata di Kabupaten Rejang Lebong diberi materi terkait dengan pengelolaan wisata di masa pandemi Covid-19 termasuk upaya pencegahan penularan Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Dengan adanya pelatihan ini diharapkan pengelola wisata bisa bertambah pengetahuan mereka terkait pengelolaan wisata sehingga kunjungan bertambah dan bisa mencegah terjadinya penularan Covid-19 karena saat ini masih dalam pandemi Covid-19,” demikian Achmed. (251)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*