Pengelola Kursus Diharapkan Bersaing Ketingkat Nasional

diklat_uji_kompetensi_BENGKULU, BE – Tempat Uji Kompetensi Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (TUK-PLKP) berkerjasama dengan Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPTK) Paudni dan Dirjen Paudi serta didukung oleh Dinas Pendidkan Provinsi, telah selesai mengadakan uji kompetensi terhadap pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP). Uji kompetisi yang diikuti oleh 48 orang pengelola lembaga kursus dan pelatihan (LKP) dari Kabupaten/Kota di Provinsi Bengkulu ini telah ditutup kemarin di Kuala View Beach Hotel . Setelah mengikuti uji kompetensi ini pengelola kursus diharapkan mampu bersaing ketingkat nasional.

Kabid Paudni Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu Drs Asmawi, mengatakan, ”Bagi yang sudah ikut mudah-mudahan bisa lulus semua.”
Menuurtnya, dengan mengikuti uji kompetisi kita tahu apa yg perlu dilakukan kedepan, sebab persaingan kedepan lebih ketat. Kalau tidak siap tentu kita akan tergilas sebab tidak punya kemampuan bersaing. Orang luarlah yg akan masuk dan kita akan menjadi penonton di bidang bisnis,dan lainnya,” terang Asmawi dalam sambutannya saat acara penutupan uji kompetisi kemarin.

Ditambahkannya, lembaga kursus ini dapat membantu pemerintah dalam mengurangi tenaga pengangguran. Oleh sebab itu, ia mengharapkan setiap lembaga agar tidak hanya menunggu peluang. Namun, setiap lembaga harus pandai membaca peluang tenaga seperti apa yang dibutuhkan di Provinsi Bengkulu dan dapat bersaing dengan tenaga ahli yang berasal dari daerah luar.
“Kedepan kita berharap para pengelola kursus di Provinsi Bengkulu dapat bersaing dan mengembangkan potensi yang ada di bengkulu. Kita berharap uji kompetensi ini dapat menjadikan pengelola kursus lebih maju,” harapnya.

Senada dengan Asmawi, Ketua DPD Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus (HIPKI) Provinsi Bengkulu, Hj Merry Witman, mengatakan, meskipun semua yang mengikuti uji kompetensi ini belum dipastikan bisa lulus. Namun, dengan mengikuti Diklat dan uji kempetensi, membuktikan pengelola kursus yang ada di Bengkulu juga memiliki kompetensi, sehingga memiliki daya saing dalam menyambut globalisasi. “Kita do’akan semua lulus dan berharap dapat meningkatkan kemampuan mereka. Sehingga mereka mampu bersaing di tingkat nasional maupun ke internasional,” tukasnya.

Ketua TUK Provinsi Bengkulu, Suherdi Marabillie, SE, mengatakan uji kompetensi ini dapat meningkatkan pengetahuan pengelola kursus. Oleh sebab itu, ia berharap kedepan akan lebih banyak lagi peserta yang mengikuti uji kempetensi ini. “Kami ucapkan terima kasih kepada narasumber dari LSK pusat yang telah memberikan 4 materi kompetensi, serta Dinas Pendidikan Kota/Provinsi yang telah mendukung kegiatan ini. Kedepan diharapkan peserta akan lebih banyak lagi,” harap Suherdi. Untuk diketahui sebelum mengikuti ujian para peserta terlebih dahulu mengikuti pelatihan oleh 4 orang master penguji dari LSK Jakarta, mereka diantaranya M Fajar Dewantoro, Arman Wibisono SH, Yani Hediyana SH MH Kes dan Atiek. Nantinya hasil ujian tersebut akan disampaikan ke pusat sebelum akhirnya diumumkan siapa yang lulus dalam uji tersebut. Bagi 10 peserta yang mendapatkan nilai terbaik, masing-masing akan mendapatkan uang Rp 2 jut. Tak hanya itu, 3 peserta yang mendapatkan nilai terbaik nantinya akan diikutkan Training Of Trainer (TOT) di Makasar, Akhir November 2014. Jika lulus mereka akan ditugaskan sebagai penguji di TUK di Provinsi Bengkulu. (135)