Pengedar Tuak Dibekuk

ASRI/Bengkulu EkspressDIBEKUK: Pengedar tuak untuk kalangan remaja di BS berhasil dibekuk.

KOTA MANNA, Bengkulu Ekspress– Dalam rangka mencegah generasi teler di Bengkulu Selatan (BS), saat ini Polres Bengkulu Selatan (BS) rutin menggelar razia minuman keras (miras). Bahkan berhasil mengamankan salah satu pengedar tuak di Bengkulu Selatan.

“Pria yang kami amankan ini merupakan pengedar,” kata Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP Rudy Purnomo SIK MH melalui Kasat Reskrim, AKP Enggarsah Alimbaldi SH SIK didampingi Kanit Tipiter, Ipda Gunawan SH.

Gunawan mengatakan,pengedar tuak yang berhasil dibekuk, yakni He (49) warga pantai Pasar Bawahj, Pasar Manna. He dibekuk, Kamis (20/6) sekitar pukul 18.30 WIB atau saat warga sedang menunaikan ibadah salat magrib. Barang bukti tuak yang diamankan yakni 7 jerigen dan ada beberapa teko berisi tuak siap saji.“ Saat kami amankan apa belasan remaja sedang pesta tuak,namun mereka tidak kami proses, kami hanya amankan pengedarnya saja,” imbuh Gunawan.

Gunawan menjelaskan, keberhasilan pihaknya mengamankan He ini berkat laporan masyarakat yang resah akibat ulahnya selama ini yang sering menjual tuak. Bahkan laporan dari warga,He ini tidak hanya menjual tuak di warungnya, akan tetapi menjual tuak ke warung-warung kecil di Bengkulu Selatan. Sehingga Kamis sore pihaknya melakukan penggerebekan. Saat di rumahnya, pihaknya hanya menemukan 1 jerigen dan beberapa teko berisi tuak. Lalu setelah ditelusuri, ditemukan lagi 6 jerigen, sehingga totalnya 7 derigen atau sekitar 215 liter. “Tuak yang 6 jerigen di simpang dalam gudang tempat pelelangan ikan (PPI) pasar bawah,” bebernya.

Sementara itu, He mengaku, sudah 7 bulan ini terlibat peredaran tuak. Dikatakannya, tuak tersebut sengaja didatangkan dari Seluma daerah Sukaraja. Setiap jerigan dibelinya Rp 200 ribu. Sebab 1 jerigen isinya 30 liter. Lalu dijual Rp 10 ribu per liter .“ Setiap jerigen saya mendapat keuntungan kotor Rp 100 ribu,” ujarnya.

Dikatakan He, tuak didatangkan ke rumahnya setiap seminggu sekali. Setiap datang ada 5 jerigen minimal 3 jerigen. Adapun pembelinya dari kalangan pelajar di Bengkulu Selatan. “ Saya ini stroke, tidak bisa kerja yang lain, menjual tuak ini untuk berjalan hidup,” terang He. (369)