Pengecer Bukan Domain Pertamina

RATU SAMBAN, BE – Antrean panjang kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menjadi pemandangan umum menandai semakin sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Ironisnya, jumlah pengecer BBM semakin banyak dan menjamur. Harga yang dijual pun kian mencekik menembus Rp 7 ribu per liternya. Pertamina Bengkulu mengaku tak bertanggung jawab atas kenaikan harga BBM di tingkat pengecer. Seperti diungkapkan SR Depo Pertamina Bengkulu, Misbach Bukhori. Ia menegaskan Pertamina tidak bisa mengambil tindakan terhadap pengecer. “Dalam pertamina itu, tidak ada istilah pengecer karena memang tidak masuk dalam pendistribusian. Untuk suplai BBM di Kota Bengkulu ini, sama sekali tidak ada pengurangan. Jadi distribusi hanya kita lakukan sampai SPBU saja, bukan pengecer,” ungkapnya. Atas masalah tersebut, ia mengharapkan agar Pemkot Bengkulu bisa melakukan tindakan tegas dengan menertibkan penjual BBM eceran. Untuk itu, juga harus ada batas maksimal yang harus diberlakukan. Ia juga mengungkapkan banyak petugas SPBU mendapatkan intimidasi dari para konsumen untuk bisa memberikan BBM melebihi kapasitas yang telah dibatasi Walikota Bengkulu. Inilah pula salah satu yang membuat stok BBM cepat habis. “Aturan sudah jelas, ada jarak tertentu dilarang menjual bensin di sekitar SPBU,” pungkasnya. (160)