Pengangkutan Sampah Medis Terkendala Anggaran

Doni/BE
Dirut RSUD Kepahiang dr. Hulman August Erickson memantau langsung proses pengangkutan sampah medis.

KEPAHIANG, bengkuluekspress.com – Tumpukkan sampah medis di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kepahiang, baru dibongkar dan diangkut pada Kamis siang (5/12). Penangkutan dilakukan dua petugas pengangkut sampah PT Dame Alam Sejahtera (DAS) selaku pihak rekanan RSUD. Limbah rumah sakit itu diangkut menuju Cilegon Banten untuk dapat dimusnahkan.

Direktur RSUD Kepahiang dr. Hulman August Erickson mengaku terkendala bila harus mengangkut sampah medis secara rutin setiap minggu. Karena, biaya pengangkutan sampah dibebankan pada anggaran BLUD atau pendapatan rumah sakit.

“Kalau BLUD, maka kita tidak memiliki anggaran setiap harinya. Sebab, kita harus menunggu dana masuk baru bisa membayarnya,” ungkap Hulman.

Dikatakan Hulman, biaya pengangkutan sampah bekas tindakan medis di RSUD Kepahiang dibandrol sebesar Rp 25 ribu perkilo. Sedangkan, untuk asumsi satu kamar rumah sakit mengahasilkan limbah atau sampah sebanyak 1 kilo setiap harinya. Maka dalam sehari ada 100 kilogram sampah medis. Setidaknya dalam sebulan harus ada anggaran Rp 50 juta hingga Rp 75 juta agar seluruh sampah dapat diangkut. “Ini baru kita angkut, karena memang baru ada anggarannya,” ujarnya.

Menurut Hulman, sebaiknya sampah medis diangkut dua kali dalam seminggu tetapi dengan kondisi keuangan serkarang tidak memungkinkan manajemen RSUD Kepahiang memberlakukannya. Sebab, belum tersedianya dana yang setiap saat bisa dikeluarkan untuk mengangkut sampah medis. Pihak RSUD Kepahiang juga tengah berupaya agar bisa mewujudkannya. Tahapan menuju perbaikan terus dilakukan rumah sakit, diawali dengan membangun TPS dengan jarak seratus meter lebih dari gedung perawatan dan pelayanan.

Pantauan BE, dibutuhkan waktu lebih dari satu jam bagi kedua petugas membongkar tumpukkan sampah kemudian dimasukan kedalam mobil kontainer. Sebelumnya dimasukkan dalam mobil, petugas PT DAS harus menimbang terlebih dahulu setiap bungkusan sampah medis sebelum dimasukan dalam mobil kontainer pengangkut sampah. Total ada sebanyak 1 ton sampah-sampah medis yang diangkut petugas PT DAS didominasi bekas bungkus obat serta suntikan. “Dibawa ke Cilegon Banten, karena di Indonesia semua sampah medis khususnya dari kita diangkut ke sana,” ujar petugas PT DAS. (320)