Pengangguran Bertambah 3.300 Orang, Didominasi Lulusan Diploma

 

AdministrasiBENGKULU, Bengkulu Ekspress – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat keadaan ketenagakerjaan di Provinsi Bengkulu pada periode Agustus 2016–Agustus 2017 menunjukkan kondisi yang kurang menggembirakan. Hal itu tergambar dari meningkatnya tingkat pengangguran sebanyak 3.300 orang dan meningkatnya jumlah pencari kerja sebanyak 28.700 orang. Selain itu, tingkat pengangguran tertinggi berada di Kota Bengkulu sebesar 6,61 persen dengan mayoritas pengangguran didominasi oleh tamatan Diploma.

Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Dyah Anugrah Kuswardani MA mengatakan, angkatan kerja di Provinsi Bengkulu pada Agustus 2017 tercatat sebanyak 969,3 ribu orang atau berkurang sebanyak 28.700 orang dibandingkan Agustus 2016 lalu. “Untuk terakhir pada periode Agustus 2017 jumlah angkatan kerja turun sebesar 2,87 persen dibanding tahun lalu, hal ini menunjukkan ada sebanyak 28.700 orang angkatan kerja sedang mencari pekerjaan,” ujar Dyah kemarin (6/11).

Ditambahkan Dyah, Penduduk bekerja di Provinsi Bengkulu pada Agustus 2017 mencapai 933,0 ribu orang dan berkurang sebanyak 32,0 ribu orang dibandingkan keadaan Agustus 2016 sedangkan jumlah penganggur bertambah sebanyak 3.300 orang. “Penduduk bekerja di Provinsi Bengkulu turun sebesar 3,30 persen hal tersebut disebabkan oleh usia tenaga kerja yang tidak produktif dan banyaknya pekerja yang terkena PHK hingga menyebabkan jumlah pengangguran sebanyak 3.300 orang,” tambah Dyah.

Dyah menjelaskan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Bengkulu pada Agustus 2017 mencapai 3,74 persen atau mengalami kenaikan dibandingkan TPT Agustus 2016 sebesar 3,30 persen atau naik sebesar 0,44 persen. “Angka ini menunjukkan adanya peningkatan jumlah penggangguran yang cukup besar di tahun ini,” ujar Dyah.

Selain itu, pada Agustus 2017 penduduk bekerja yang berpendidikan tamat SD kebawah masih mendominasi penyerapan lapangan kerja sebanyak 372,3 ribu orang atau sebesar 39,91 persen. TPT penduduk berpendikan tamat Diploma I/II/III menempatiposisi tertinggi sebesar 10,56 persen, disusul TPT kelompok berpendidikan tamat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar 6,74 persen, sedangkan TPT terendah terdapat pada kelompok berpendidikan tamat SD kebawah sebesar 2,05 persen. “Kalau dilihat ternyata tamatan Diploma masih mendominasi pengangguran yang saat ini meningkat cukup besar di Bengkulu,” terang Dyah.

Dilihat berdasarkan TPT menurut Kabupaten/Kota, TPT tertinggi pada Agustus 2017 di Provinsi Bengkulu adalah Kota Bengkulu mencapai 6,61 persen. Sedangkan TPT terendah adalah Kabupaten Kaur yaitu sebesar 1,90 persen. Sementara itu, penurunan TPT tertinggi dalam kurun waktu 2 tahun terakhir Agustus 2015- Agustus 2017 adalah Kabupaten Bengkulu tengah yang turun sebesar 3,25 persen poin. “TPT Kabupaten/Kota tertinggi keadaan Agustus 2017 di Provinsi Bengkulu adalah Kota Bengkulu sebesar 6,61 persen yang didominasi oleh tamatan Diploma,” jelas Dyah.

Sementara itu diungkapkan Dyah, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada periode Agustus 2016-Agustus 2017 mengalami penurunan dari 72,69 persen menjadi 69,30 persen. Berdasarkan jenis kelamin, terdapat perbedaan TPAK antara laki-laki dan perempuan. “Pada Agustus 2017, TPAK laki-laki sebesar 84,15 persen sementara TPAK perempuan hanya 53,91 persen,” ungkap Dyah.

Dyah menambahkan, tingginya TPAK laki-laki daripada perempuan disebabkan Disparitas gender pada angkatan kerja di Bengkulu masih sangat timpang. Mayoritas karena masih besar alias ortodoksnya perbedaan peran antara pria dan wanita dalam rumah tangga.

“Pria masih ditempatkan sebagai pencari nafkah sementara wanita sebagai pengelola rumah tangga dan pengasuh anak-anak,” tambah Dyah.

Tak hanya itu, Selama periode Agustus 2016-Agustus 2017, peningkatan penduduk bekerja tertinggi terdapat di sektor Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Perburuan & Perikanan sebesar 12,25 persen atau bertambah sebanyak 50,0 ribu orang. “Di provinsi Bengkulu banyak penduduknya bekerja sebagai petani sehingga sektor pertanian dan perkebunan menyumbang tenaga kerja tertinggi,” terang Dyah.

Sedangkan penurunan penduduk bekerja tertinggi terdapat di sektor pertambangan dan penggalian yang turun sebesar 25,58 persen atau berkurang sebanyak 13,7 ribu orang. Hal tersebut disebabkan banyak pemecatan oleh perusahaan tambang mengingat harga komoditas tambang yang sedang murah. “Sektor pertambangan dan penggalian menyumbang penurunan angka penduduk bekerja tertinggi karena pemecatan yang dilakukan dilatarbelakangi harga komoditas yang anjlok,” sambung Dyah.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu, Nurul Insani SH mengatakan, meningkatnya angka pengangguran dan menurunnya jumlah angkatan kerja disebabkan oleh minimnya lapangan pekerjaan di Provinsi Bengkulu. “Lapangan kerja di Bengkulu saat ini cukup minim hingga banyak angkatan kerja yang belum terserap maksimal,” ujar Nurul.

Dikatakan Nurul, untuk itu pihaknya berusaha membuka bursa lowongan pekerjaan melalui Job Fair untuk mengurangi angka pengangguran di Provinsi Bengkulu yang didominasi pengangguran banyak pada tamatan Diploma dan SMK. “Saat ini kami berupaya terus mengadakan job fair agar para pengagguran bisa terserap dalam lapangan kerja yang tersedia di job fair,” tukas Nurul.(999)