Pengamat: Kicauan Triomacan Hanya Bigos

JAKARTA-Pertemuan antara tim pengacara pemilik akun twitter @TrioMacan2000 dengan Sekretaris Kabinet Dipo Alam terus menuai kritikan. Pasalnya pertemuan itu tidak sepatutnya dilakukan oleh pejabat negara dalam menelusuri kasus korupsi yang dilakukan oleh koleganya di kabinet.

Dan dari kacamata hukum, pertemuan itu tidak memiliki makna dalam pemberantasan korupsi.

“Dari sisi hukum Pertemuan itu tidak memiliki faedah. Dan lebih kepada urusan politik,” kata pengamat hukum pidana Universitas Muhammadiyah Jakarta Chaerul Huda, kepada INDOPOS, kemarin (2/1).

Menurutnya, kalau memang mau berbagai kasus korupsi terbongkar, selayaknya Dipo tidak mengundang bertemu. “Melainkan menyuruhnya ke penegak hukum, seperti KPK untuk menunjukkan dugaan soal korupsi yang dilakukan oleh para menteri,” tegasnya.

Dia pun menegaskan bahwa apa yang dikicaukan oleh akun twitter @TrioMacan2000 itu hanya lebih kepada penyebar gosip alias bigos.

“Apa yang sering diutarakan oleh triomacan itu lebih sekadar gosip dan bukan tuduhan. Jadi publik jangan terlalu percaya. Namanya juga gosip, digosok makin sip,” imbuhnya.

Lalu, apakah pemilik akun triomacan itu bisa dikategorikan pencemaran nama baik oleh para pejabat negara atau politisi yang sering dituduhkan?

“Tergantung apa yang dituduhkannya. Kalau baru hanya sekadar diduga, itu tidak termasuk pidana. Tapi sekali lagi saya terangkan apa yang sering diutarakan triomacan itu hanya gosip,” jawab Huda.

Seperti diketahui, pada Senin (30/12) lalu telah terjadi pertemuan Seskab Dipo Alam bertemu dengan tim kuasa hukum akun twitter @TrioMacan2000 di kantornya. Tak pelak, temuan itu juga mendapat kecaman dari berbagai politisi. Salah satunya politisi PKS Fahri Hamzah yang menyatakan bahwa seharusnya pertemuan itu digerebek oleh polisi.

Karena pertemuan itu dianggap pertemuan terlarang, seharusnya laporan dugaan korupsi dilaporkan ke KPK, bukan ke Dipo. (dil)