Pengakuan Suami Bunuh Isteri Hamil

YouTube video

Belah Perut Istri Ngaku Dikasih “Kode”

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Kasus pembunuhan sadis yang dilakukan Romi terhadap isterinya Erni Susanti masih terus didalami penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Bengkulu. Tentu masyarakat banyak bertanya apa penyebab Romi tega membelah perut istrinya yang sudah meregang nyawa setelah ia gorok. Kemudian, sampai hati pula mengeluarkan si jabang bayi dari perut sang istri. Hingga usus Erni terburai keluar. Bengkulu Ekspress pun mewawancarai langsung Romi terkait aksi sadisnya itu.

Entah alibi atau sederar alasan Ro untuk mendapatkan simpati, Romi mengaku membelah perut kemudian mengeluarkan bayi dari perut istrinya itu, karena mendapatkan kode dari Erni, yang saat itu diketahuinya sudah sakaratul maut dengan leher hampir putus akibat digorok parang olehnya.

“Dia seperti menunjuk jari ke arah perutnya. Aku langsung inisiatif belah perutnya kemudian mengeluarkan anak,” jelas Romi.

Disisi lain, dari pengakuan Sesti Surya Asti (36), tetangga korban yang menolong bayi itu pertama kali. Dia sama sekali tidak menduga Erni tewas mengenaskan ditangan Ro suaminya sendiri. Pasalnya, meski pernah mendengar keributan tetapi keluarga tersebut harmonis. Diakui, seminggu sebelum kejadian, memang Romi terlihat mendapat masalah. Prilakunya kepada tetangga berbeda.

“Seminggu sebelum kejadian itu prilaku Ro berbeda, mungkin ada masalah,” jelas Sesti.

Berkaitan dengan menyelamatkan bayi. Sesti mengaku hanya mendapatkan kabar jika Erni melahirkan, kemudian dia masuk ke dalam rumah Erni dan melihat banyak derah berceceran di ruang tamu. Lalu terlihat ada seorang bayi tergeletak tanpa busana di lantai dekat jendela. Sesti mengaku langsung meraih bayi tersebut, diangkat dan dikasih kain, serta dielus di bagian pinggang, barulah bayi tersebut menangis. Setelah menggendong bayi, Sesti masuk ke dalam kamar dan melihat Erni sudah terlentang tidak bernyawa dengan kondisi perut robek usus terburai.



“Bayi itu bersih, tidak ada luka sama sekali. Langsung saya angkat bawa ke bidan, karena saya melihat kondisi Erni seperti itu saya berteriak minta pertolongan,” jelas Sesti. Diduga kuat, anak pertama pasangan Ro dan Erni berada di dalam kamar saat Ro menggorok leher Erni. Karena saat kondisi mulai mencekam, anak berkulit putih tersebut ditemukan warga berdiri di depan rumah hanya mengenakan celana pendek dan kaos singlet. Di muka bocah berusia sekitar 3 tahun itu, ada bekas bercak darah, begitu juga dengan celanannya.

“Anak yang nomor satu itu mukanya ada bercak darah, warga yang membawanya keluar dari rumah karena kondisi saat itu sangat tidak memungkinkan,” imbuh Sesti. Kapolres Bengkulu Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Prianggodo Heru Kunprasetyo SH SIK, memastikan tidak lama lagi rekonstruksi dilakukan. Penyidik pun segera menyelesaikan berkas perkara agar perkara ini segera dilimpahkan ke jaksa. Berkaitan dengan kondisi kejiwaan tersangka, Kapolres mengaku belum ada tanda-tanda kejiwaan pelaku terganggu.

“Dia melakukannya dengan sadar,” pungkas Kapolres. Enam hari setelah kejadian, rumah permanen bercat orange yang dihuni keluarga kecil Ro masih terlihat dipasang garis polisi. Isi perabotan di dalam rumah sebagian besar sudah dikosongkan, sejumlah barang tidak dibutuhkan dibakar dibelakang rumah.(167)