Pengadilan Italia Putuskan Ponsel Sebabkan Tumor Otak

MAHKAMAH Agung Italia di Roma memutuskan bahwa telpon seluler (ponsel) ataupun telpon tanpa kabel bisa menyebabkan tumor otak. Putusan itu berdasarkan tumor otak yang diderita pengusaha Italia, Innocente Marcolini.
Diberitakan The SUN, pria berusia 60 tahun itu jatuh sakit setelah menggunakan ponsel hingga enam jam sehari selama 12 tahun. Pengadilan di negeri pizza itu pun menyalahkan ponsel yang digunakan Marcolini sebagai penyebab tumor otak.

Marcolini didiagnosa terkena tumor otak setelah mengeluh nyeri kepala dan dagu. Kemarin (18/10), pengadilan Italia menyatakan, ada hubungan sebab-akibat antara ponsel dengan pertumbuhan tumor.

Marcolini mengatakan bahwa putusan itu penting bagi setiap orang. “Saya ingin masalah ini menjadi  hal umum karena masih banyak orang tidak tahu risikonya,” ucapnya.

Marcolini mengakui, dirinya saat bekerja sering menggunakan ponsel ataupun telepon tanpa kabelsetidaknya hingg enam jam sehari. “Saya ingin ini disadari bahwa ada hubungan antara penyakitku dengan telpon tanpa kabel. Para orang tua perlu tahu bahwa anak-anak mereka berisiko dengan penyakit ini,” sambungnya.

Omongan Marcolini bukannya tanpa bukti. Ahli onkologi yang juga profesor mutasi genetik, Angelo Gini Levis dan ahli bedah syaraf Dr Giuseppe Gasso menyodorkan bukti ke Marcolini tentang penyebab tumor otak yang dideritanya. Kedua ahli itu sepakat bahwa radiasi eslktromagnetik yang dikeluarkan ponsel bisa merusak sel dan membuat tumor lebih mungkin tumbuh.

Gino Levis yang dikutip The SUN mengatakan, putusan pengadilan itu sangat penting. “Akhirnya telah secara resmi diakui adanya hubungan itu (ponsel dan kanker). Kami tengah memertimbangkan untuk mengajukan class action,” sebutnya.

Menurutnya, dampak radiasi terhadap tumor mungkin tidak terlihat dalam kurun waktu 15 tahun. Karenanya dampak ponsel terhadap pertumbuhan tumor tidak bisa ditemukan hanya dalam penelitian selama 3-4 tahun.

Meski demikian Levis mengingatkan bahwa dampak penggunaan ponsel terhadap anak-anak dalam beberapa tahun ke depan harus makin disadari. Tumor yang diidap Marcolini itu ditemukan di saraf trigeminal yang dekat dengan titik ponsel menyentuh kepala.

Meski jinak, namun tumor itu tetap bisa mematikan penderitanya karena menyebar ke arteri karotis, pembuluh utama yang membawa darah ke otaknya. Akibat tumor itu, wajah Marcolini lumpuh dan butuh morfin untu menghilangkan rasa sakit.

Alasdair Philips dare Powerwatch yang mengampanyekan penelitian tentang penggunaan ponsel mengatakan, kasus Marcolini itu penting dan membuktikan perlunya penelitian lebih lanjut. “Orang-orang semestinya membatasi penggunaan ponsel dan telpon tanpa kabel hingga kita tahu lebih bank,” sarannya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun lalu juga sudah menyaankan adanya pembatasan penggunaan  ponsel. Namun Badan Perlindungan Kesehatan Inggris menyataKan, para ilmuwan sepakat bahwa ponsel tidak menyebabkan kanker.

Menurut ahli radiasi biologi, Michael Repacholi, penelitian tidak menunjukkan bukti adanya hubungan ponsel dengan kanker. “Tapi jika anda khawatir, gunakan saja headset, hands-free atau loudspeaker,” cetusnya.(ara/jpnn)