Pengadaan Sapi Gagal

BINTUHAN,BE – Program bantuan sapi bagi kelompok tani untuk saat ini jelas tertunda, semestinya Dinas Pertanian akan menyalurkan bantuan sapi Agustus mendatang setelah APBD-P. Namun harga BBM melonjak, jelas membuat harga sapi pun naik. Sehingga pengadaan sapi dengan pagu anggaran sebesar Rp 500 juta gagal dilaksanakan tahun ini. “Rencanaya akan dibahas dalam APBD-P, namun dalam pembahasanya bukan menambah dana. Akan tetapi merobah rekening pengadaan sapi,” kata Kadis Pertanian Asmawan SSos, kemarin.
Dikatakanya, pihaknya belum bisa melakukan pembelian sapi dengan Pagu Rp 500 juta, setelah dilakukan survey ternyata harga sapi sudah naik, lantaran BBM naik. Sedangkan untuk penambahan anggaran tahun jelas belum bisa dilaksanakan. “Kita akan berkoordinasi dengan bupati mengenai sapi ini, karena tidak mungkin kita paksakan,” jelasnya.
Sementara itu, dalam APBD-P yang tengah dibahas, bahwa pengadaan sapi harus dilakukan penundaan, mengingat terjadi kesalahan pada rekening anggaran. Dimana seharusnya pengadaan sapi yang ditujukan untuk bantuan kelompok dimasukan dalam rekening bansos atau hibah, tetapi nyatanya termasuk kedalam rekening belanja modal. Jika belanja modal maka sapi tersebut masuk dalam aset pemkab, sehingga penerapan kelompok sulit dilakukan. Namun jika masuk dalam rekening hibah maka semua sapi tersebut diperuntukan kekelompok, makanya saat dibahas langkah baiknya rekening pengadaan sapi dirubah menjadai rekening Bansos. “Makanya jikapun tetap kita paksakan tentu akan lebih rumit lagi nanti, salah-salah justru kita melanggar aturan. untuk itu kita usulkan dalam perubahan anggaran, setelah ini dibahas juga tidak bisa membeli sapi karena harga melonjak kembali,” jelasnya. Namun demkian, lanjut Asmawan, pihaknya akan mengsulkan tabahan anggaran dari Rp 500 juta menjadi Rp 650 juta, namun itupun bisa dilaksanakan tahun 2014.”Jika disetujui DPRD kita akan mengusulkan kembali tahun depan,” jelasnya.(823)