Pengabmas Dosen Poltekes Kemenkes

 

Sosialisasi Pentingnya PHBS dan Penggunaan APD

CURUP, Bengkulu Ekspress– Dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi salah satunya terkait dengan pengabdian masyarakat, dosen Poltekkes Kemenkes Bengkulu Kampus B Prodi Keperawatan Curup, kembali melakukan Program Pengabdian Masyarakat (Pengabmas). Salah satu kegiatan Pengabmas tersebut yaitu mensosialisasikan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat serta penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan oleh Ns Hendri Heriyanto SKep MKep pada Sabtu (27/4) kemarin dengan sasarannya adalah petugas kebersihan yang bertugas di wilayah Kecamatan Curup Tengah.

“Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini kami bekerjasama dengan Puskesmas Perumnas, dimana hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Puskesmas sendiri yaitu bapak Agusti Al’ansar SKep,” sampai Hendri saat dikonfirmasi Senin (29/4) kemarin.

Kegiatan yang dilakukan langsung di Kampus B Poltekkes Kemenkes Bengkulu yang ada di Kota Curup Kabupaten Rejang Lebong tersebut diikuti oleh 25 orang peserta yang semuanya merupakan petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rejang Lebong.

Menurut Hendri, kegiatan sosialisasi tersebut mereka lakukan karena mereka melihat masih minimnya kesadaran para petugas kesehatan baik untuk menerapkan PHBS maupun menggunakan APD dalam melaksanakan tugas mereka. Padahal menurut Hendri baik PHBS maupun APD sendiri sangat penting bagi petugas kebersihan karena setiap harinya mereka selalu berhubungan dengan berbagai jenis sampai yang tentunya sangat berbahaya bagi kesehatan.

“Dengan adanya kegiatan tersebut, kami berharap kesadaran para petugas kebersihan untuk menerapkan PHBS dan menggunakan APD saat bertugas bisa meningkat sehingga bisa meminimalisir mereka dari terkena berbagai macam penyakit,” papar Hendri.

Kegiatan sosialisasi yang mereka lakukan sendiri, menurut Hendri dilakukan dua kali yaitu pada Sabtu (20/4) lalu dengan kegiatan penyuluhan, kemudian dilanjutkan pada Sabtu kemarin dengan memperaktekan langsung PHBS, penggunaan APD hingga simulasi cuci tangan yang baik.

Terkait dengan penggunaan APD sendiri, menurut Hendri pihaknya masih melihat minimnya petugas kebersihan untuk menggunakan APD, namun ia tak mengetahui apakah hal tersebut disebabkan oleh kurangnya kesadaran mereka atau memang alat APD tersebut masih sedikit yang disiapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rejang Lebong.



Bila memang karena APD tidak tersedia, ia berharap Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rejang Lebong bisa menyediakannya, karena hal tersebut menurutnya sangat penting bagi  kesehatan dan keselamatan para petugas kebersihan tersebut.

Lebih lanjut Hendri menjelaskan, untuk meminimalisir berbagai dampak kesehatan yang kurang baik dari pekerjaannya, beberapa APD yang seharusnya digunakan petugas kebersihan tersebut mulai dari sepatu bot, masker, kacamata, helm dan sarung tangan.

“APD ini sangat penting, karena petugas kebersihan selalu berhubungan dengan barang-barang berbahaya, seperti sarung tangan berfungsi untuk melindungi mereka dari sampah-sampah benda tajam, terlebih lagi masyarakat kita masih sedikit demimemilah sampah dan berbahaya bagi petugas kebersihan,” demikian Hendri.(251)