Pengabmas Dosen Poltekes Kemenkes

ARY/Bengkulu Ekspress Dosen Poltekkes Kemenkes Bengkulu Kampus B Prodi DIII Kebidanan Curup yang melaksanakan Pengabdian Masyarakat di Kota Curup belum lama ini

Prodi DIII Kebidanan Curup

CURUP, Bengkulu Ekspress– Dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi salah satunya terkait dengan pengabdian masyarakat, dosen Poltekkes Kemenkes Bengkulu Kampus B Prodi DIII Kebidanan Curup, kembali melakukan Program Pengabdian Masyarakat (Pengabmas).

Kegiatan Pengabmas kali ini dilakukan oleh dosen Kurniyati SST MKeb, Farida Esminati SPd MPd dan Eva Susanti, SST MKeb. Ketiganya adalah Dosen Poltekkes Kemenkes Bengkulu Kampus B Prodi DIII Kebidanan CurupUntuk Kurniyati SST MKeb kegiatan Pengabmas yang dilakukan yaitu sosialisasi Metode Pelvic Tilt dan Massage Endorphine pada kader dan ibu hamil dalam mengurangi nyeri punggung saat kehamilan. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Perumnas Kecamatan Curup Tengah dengan mengikutsertakan kader dan ibu hamil yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa D III kebidanan Curup di Kelurahan Banyumas.

“Dengan sosialisasi yang kita lakukan, kita berharap kader dan ibu hamil dapat memahami dan mempraktekkan Metode Pelvic Tilt dan Massage Endorphine, serta mengajarkan ke masyarakat khususnya ibu hamil,” sampai Kurniyati.

Dijelaskan Kurniyati, kesejahteraan maternal adalah indikator terbaik kesejahteraanjanin. Selama kehamilan, wanita akan mengalami perubahan baik secara anatomi, fisiologi maupun psikologi sehingga menyebabkan ketidaknyamanan selama kehamilan. Salah satu ketidaknyamanan yang sering dialami ibu hamil adalahnyeri punggung.

Dimana menurutnya salah satu intervensi yang telah terbukti efektif untuk mengurangi Nyeri punggung pada ibu hamil adalah latihan pelvic tilt dan massage endorphine. Kegiatan tersebut diikuti oleh 25 orang dilaksanakanselama 2 hari yaitu tanggal 29 April dan 03 Mei 2019. Hari pertama kegiatan dimulai pukul 09.00 s.d 12.00 WIB diawali dengan pemberian materi oleh narasumber serta dilanjutkan dengan tanya jawab dalam kelompok.

Materi yang diberikan tentang Metode Pelvic Tilt dan Massage Endorphine, yang diawali dengan kegiatan pre test guna mengetahui pengetahuan kader dan ibu tentang upaya mengurangi nyeri punggung saat kehamilan terutama Metode Pelvic Tilt dan Massage Endorphine, diperoleh hasil nilai rata-rata pengetahuan adalah 7,5.

Sementara itu, Farida Esminati SPd MPd menggelar sosialisasi pemanfaatn pangan lokal prebiotik untuk ibu hamil pada kader Posyandu di Kelurahan Sidorejo Kecamatan Curup Tengah. Dimana kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 1 sampai 3 Juni lalu dihadiri oleh 25 orang yang terdiri dari kader, mahasiswa dan dosen.



“Kegiatan yang kami lakukan yaitu sosialisasi kepada masyarakat tentang pemanfaat pangan lokal ubi jalar baik ungu maupun kuning menjadi makanan prebiotik yang menyehatkan dan memiliki nila gizi yang dapat dijadikan cemilan ibu hamil ketika susah untuk mengkonsumsi makanan,” sampai Farida.

Karena menurut Farida, ubi jalar bisa diciptakan menjadi beberapa varian olahan yang lezat untuk dinikmati dan bergengsi. Dimana dalam pelatihan tersebut para peserta dibekali dengan beberapa tips dan cara untuk mengolah ubi jalar menjadi suatu cemilan yang bergizi dan tidak membosankan sera memiliki nilai jual yang tinggi sehingga bisa juga untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

“Dengan kegiatan yang kami laksakan kami berharap selain untuk memberikan makanan yang menyehatkan bagi ibu hamil yang susah mengkonsumsi makanan juga bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga karena olahan yang kami ajarkan juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi,” harap Farida.

Sedangkan Eva Susanti, SST MKeb menggelar kegiatan peningkatan partisipasi peran suami atau keluarga sebagai pendamping persalinan dalam kelas ibu tahun 2019. Menurut Eva kegiatan tersebut mereka lakukan karena peran suami atau keluarga sangat penting dalam proses persalinan.

Karena menurutnya kecemasan dan ketidak tahuan yang menyebabkan persalinan normal terganggu prosesnya menjadi kearah tidak normal. Hal tersebut disebabkan beberapa faktor diantaranya kekuatan ibu saat persalinan, pengaruh jalan lahir, pengaruh keadaan dan posisi janin, penolong persalinan dan psikologis seperti pendamping persalinan, kecemasan dan ketakutan yg berlebihan saat menjelang persalinan.

“Melihat hal tersebut, sehingga sehingga perlunya mempersiapkan proses persalinan dengan meningkatkan pengetahuan tentang proses persalinan, dan kemampuan pendamping persalinan terutama suami sebagai pendamping persalinan,” sampai Eva.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kegiatan tersebut dilakukan pada tanggal 2 dan 17 Mei 2019lalu. Kegiatan tersebut diikuti oleh 20 orang peserta pasangan ibu hamil anak pertama dan usia kandungan 30-36 minggu.Kegiatan tersebut merupakan pengembangan kelas ibu, yg telah menjadi program pemerintah sejak 2017, dan telah d imodifikasi sesuai dengan kebutuhan dan pelaksanaan dilapangan, selama ini kelas ibu hanya mengajak ibu sebagai peserta kegiatan, namun dalam kegiatan ini pasangan sebagai pendamping diberdayakan dan diikut sertakan dalam menyambut persalinan karena peran ayah dan pasangan, akan berpengaruh baik falam lroses maupun nantinya terhadap perkembangan anak dmasa datang

“Dengan dilaksankannya kegiatan ini, d harapkan terciptanya proses pendampingan persalinan yang berkualitas, meningkatnya kepuasan ibu dalammelewati proses persalinan dan terciptanya kelas ibu yang lebih berkualitan dan menarik sebagai upaya meningkatkan kelas ibu bagi masyarakat, sehingga terjadi penutunan angka komplikasi persalinan akibat kecemasan dan menurunnya angka kematian ibu,” demikian Eva.(251)