Penerima Raskin 8.964 RTS

KOTA BINTUHAN, BE– Penerimaan bantuan raskin tahun 2013 untuk kabupaten Kaur masih¬† 8.964 rumah tangga sasaran (RTS). Sedangkan jumlah pagu beras yakni 134.460 Kg untuk jatah di 15 kecamatan. Oleh karena itu jumlah tersebut tidak berubah hingga tahun 2013. Jikapun ada perubahan kemungkinan perubahan jumlah penerima raskin di pertengahan tahun 2013 mendatang. Dengan catatan adanya data yang menyusul akan keluarnya data baru tentang jumlah warga miskin, hal ini akan disesuaikan juga dengan hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) secara nasional. “Bisa jadi ada perubahan, tetapi yang pasti Bulog masih menerima keputusan tentang pagu raskin yang ditetapkan mengacu pada data lama yaitu tahun 2012 ini,sehingga kabupaten Kaur tidak berubah, ” Ujar Kabag Ekonomi Drs Suryanto Ajam MM, kemarin.

Menurutnya, untuk ketetapan data lama penerima raskin tahun depan, nantinya pihak Bulog harus menunggu dan menerima surat perintah alokasi (SPA) dari Pemprov bengkulu. Karena rencana dan penetapan alokasi untuk kabupaten menunggu selesainya bulan Desember ini. “Kemunkinan akhir desember ini ketetapan itu sudah bisa diterima, namun semuanya menunggu petunjuk dari provinsi dan bulog kemungkinan ada persiapan. Namun yang pastinya data itu tidak berubah dari sebelumnya,” jelasnya.

Dikatakanya, pihaknya meminta pihak provinsi dan bulog untuk kembali memperbaiki data khususnya kecamatan Kaur Tengah, karena disana yang mendapatkan RTS sebanyak 239 orang dan pagu 3.585 Kg. Namun yang mendapatkanya banyak PNS hal ini jelas banyak kepala desa komplen. Hal ini saat ini kecamatan Kaur Tengah sejak Juni-Desember sepakat tidak mengambil raskin tersebut, sebelum data itu diperbaiki. “Hal ini nantinya kita akan koordinasikan dengan baik, karena yang membuat data tersebut pihak BPS sehingga angka dan jumlah disesuaikan dengan data BPS,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kaur Ahmad Kudsi mengatakan penetapan alokasi raskin pada tahun 2013 nanti, diminta¬† pemerintah harus dipercepat dan Bulog juga harus melakukan “jemput bola” untuk menyalurkan raskin itu. Ditambah data juga diharapkan harus melihat keadaan, data tersebut harus benar-benar turun kelapangan. Jika demikian jelas bantuan raskin sia-sia yang seharusnya untuk masyarakat miskinm. “Raskin bukan hanya untuk membantu kesulitan warga tetapi juga bisa mendukung pemerintah dalam upaya menekan angka inflasi dari beras itu,” ungkapnya.(823)