Penerima PKH 2020 Turun

Foto: IST

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Dinas Sosial Provinsi Bengkulu memastikan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) pada 2020 ini mengalami penurunan dibandingkan 2019 lalu. Hal ini disebabkan banyak masyarakat merasa malu jika rumahnya harus diberi label keluarga tidak mampu atau miskin. Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu, Iskandar ZO mengatakan, penerima PKH pada 2020 ini diperkirakan berkurang, karena beberapa masyarakat merasa malu jika dimasukkan kedalam daftar keluarga miskin. Hal tersebut diperolehnya berdasarkan laporan dari Dinsos Kabupaten/Kota. Terkait besaran penurunan jumlah PKH 2020, Iskandar mengaku masih menunggu surat keputusan (SK) resmi dari Kementerian Sosial RI.

“Sekarang kita masih menunggu SK dari Kemensos, karena jumlah kuota penerima PKH per kabupaten/kota belum disampaikan ke kita, tapi kita pastikan jumlah penerimanya menurun pada tahun ini,” kata Iskandar, kemarin (27/1).

Ia mengaku, pada 2019 lalu, penerima PKH di Provinsi Bengkulu mencapai 84.295 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dengan jumlah penerima terbanyak berada di Kabupaten Bengkulu Utara dan Kota Bengkulu masing-masing sebanyak 15.492 KPM dan 11.978 KPM. Sementara jumlah penerima PKH terendah berada di Bengkulu Tengah sebanyak 4.484 KPM. “Pada 2019 lalu jumlahnya mencapai 84 ribu lebih, nah pada 2020 ini kita pastikan berkurang dari jumlah itu,” tutur Iskandar.

Ia menambahkan, pengurangan tersebut disebabkan banyak masyarakat penerima PKH di beberapa Kabupaten seperti Bengkulu Utara, Seluma, Bengkulu Tengah, dan Bengkulu Selatan tidak mau rumahnya diberi label keluarga miskin. Sehingga membuat mereka tidak mendapatkan bantuan PKH lagi pada 2020 ini. “Kita melalui Dinsos kabupaten/kota melakukan verifikasi ke lapangan, ternyata ada keluarga yang dapat PKH tetapi punya motor sampai 2, bahkan ada yang punya mobil juga, makanya kita cabut statusnya,” tambah Iskandar.

Ia berharap, dengan berkurangnya penerima PKH di Provinsi Bengkulu, membuktikan masyarakat miskin di Bengkulu setiap tahunnya terus mengalami penurunan. Karena berdasarkan survei yang dilakukan oleh Dinsos Bengkulu, rata-rata kesejahteraan masyarakat Bengkulu terus mengalami peningkatan. Ini dibuktikan dari meningkatnya pendapatan masyarakat di daerah.

“Kita bersyukur penerima bantuan PKH di Bengkulu menurun pada tahun ini, jadi keluarga miskin juga menurun,” ujarnya.

Selain itu, demi memastikan penyaluran PKH di Provinsi Bengkulu tepat sasaran, Dinsos Provinsi Bengkulu bersama instansi terkait akan terus melakukan verifikasi keluarga miskin di daerah. Sehingga penerima bantuan dari pusat ini adalah benar-benar keluarga miskin. “Kita akan terus lakukan verifikasi, dan memastikan bantuan ini diterima oleh keluarga miskin,” ungkap Iskandar.

Seperti diketahui, penerima bantuan PKH merupakan keluarga miskin dengan kategori dan besaran bantuan yang bervariasi. Kategori dan besaran bantuan PKH ditentukan bersarkan peraturan Mensos RI, diantaranya ibu hamil akan memperoleh bantuan sebesar Rp 3 juta per tahun, anak usia dini Rp 3 juta per tahun, anak SD Rp 900 ribu per tahun, siswa SMP Rp 1,5 juta per tahun, SMA Rp 2 juta per tahun, disabilitas berat Rp 2,4 juta per tahun dan dan lanjut usia di atas 70 tahun Rp 2,4 juta per tahun. “Jadi PKH ini diberikan kepada keluarga miskin yang memiliki ibu hamil, anak yang bersekolah, penyandang disabilitas, dan orang lanjut usia diatas 70 tahun,” tutupnya.(999)