Penerima BPNT Diberi Label

Foto : IST

BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kaur akan melakukan pemasangan label di rumah keluarga penerima bantuan sosial. Jika sebelumnya penerima Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (Bansos PKH), kini juga akan dilakukan label penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Kaur. Label di dinding rumah ini dilakukan untuk memberikan efek jera kepada warga yang berpura-pura miskin hanya untuk mengharapkan bantuan.

“Kini ini bantalan semprotnya sedang disiapkan, dalam minggu ini juga dilakukan penyemprotan di penerima BPNT,” kata Kepala Dinsos Kaur Sidarmin Tetap MPd, kemarin (9/10).

Dikatakan Sidarmin, tujuannya agar mereka mawas diri dan mengakui kemandirian keluarganya serta menyerahkan bantuan itu dengan warga yang lebih berhak. Untuk saat ini penyaluran BPNT terus dilakukan oleh pihak ketiga dalam hal ini BRI melalui agen BRILink. Para keluarga penerima manfaat (KPM) menerima topup sebesar Rp 110.000, perbulan yang masuk ke dalam rekening penerima. Hanya saja penerima tidak boleh menarik dana tersebut berupa uang, namun wajib dibelanjakan kepada warung yang merupakan agen BRILink. Para warga dapat membelikan telur dan beras sesuai dengan kebutuhan masing-masing.



“Nah mulai bulan ini setiap rumah penerima BPNT ini juga akan ditandai dengan cat semprot berisikan penerima bantuan BPNT sama halnya dengan penerima bantuan PKH yang saat ini masih proses pemasangan merek,” terangnya.

Ditambahkannya, saat ini di Kecamatan Kaur selatan saja yang sedang proses pemasangan merek sudah lebih dari 20 orang mengundurkan diri dan terus bertambah. Pihaknya optimis hal serupa juga terjadi di penerima BPNT. Hanya saja diakuinya penerima BPNT rata-rata memang keluarga miskin yang memang membutuhkan bantuan, sehingga meski ada yang akan mundur, namun bisa saja jumlahnya tak sebanyak angka penerima PKH yang terus bertambah. “Untuk jumlah penerimanya cukup banyak yakni ada 9.548 KPM, kami optimis pemasangan label ini akan rampung paling lambat akhir tahun ini,” tandasnya. (618)