Penerbangan Masih Butuh Subsidi APBN

ilustrasi peswat mukomukoMUKOMUKO, BE –Tahun ini, APBD Mukomuko diplot Rp 2 miliar untuk maskapai penerbangan. Mata anggaran tersebut masuk pada kegiatan Dinas Perhubungan dan Komunikasi (Dishubkom). Namun, jumlah tersebut dipastikan minim, sehingga membutuhkan subsidi dari APBN.
Hingga kini, Pemda Mukomuko masih memperjuangkan supaya mendapatkan subsidi APBN tersebut. “Kita masih memperjuangkan supaya transportasi udara di daerah ini mendapatkan subsidi dari pusat,” kata Bupati Mukomuko, Ichwan Yunus ketika dikonfirmasi Bengkulu Ekspress (BE).
Soal jumlah sheet maskapai yang akan mendarat masih dapar proses upaya penambahan. “Sebelum-belumnya hanya 12 sheet. Kita berupaya supaya maskapai yang mendarat di Bandara Mukomuko jumlah sheetnya bertambah sekitar 40 sheet. Artinya maskapai yang akan mendarat  lebih besar,” kata bupati. Kendati demikian, kata Ichwan, jika nantinya maskapai yang berkapasitas 40 sheet belum dapat, bandara Mukomuko tetap akan beroperasi dengan menggunakan maskapai dengna jumlah 12 sheet. “Harapan kita tidak hanya ada anggaran dari APBD Kabupaten saja, melainkan adanya susbidi dari APBN,” harapnya.
Lebih lanjut, dikatakan Ichwan, jika tidak mendapatkan subsidi APBN, anggaran Rp 2 miliar itu akan dihitung lebih lanjut, supaya mencukupi keperluan pelayanan jasa penerbangan selama setahun. “Jasa transportasi udara dibutuhkan masyarakat banyak. Selain untuk kepentingan warga, juga bagi daerah. Salah satunya para investor dan wisatawan berkunjung ke Mukomuko. Butuh waktu sekitar 55 menit dari Bandara Fatmati Bengkulu ke Bandara Mukomuko,” demikian Ichwan. (900)