Penerbangan ke MM dan Enggano Kembali Dibuka

Foto : Ist

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Masyarakat Provinsi Bengkulu tidak perlu khawatir lagi jika ingin ke Mukomuko, dan Pulau Enggano. Sebab, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu telah menyediakan pesawat perintis yang terbang dari Padang-Mukomuko-Kota Bengkulu dan ke Pulau Enggano.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bengkulu, Syafril SE MSTR mengatakan, penerbangan pesawat perintis dengan menggunakan maskapai Aviastar jenis Twin Otter itu akan terbang setiap hari Senin. “Penerbangan untuk sementara satu minggu satu kali, setiap hari Senin,” terang Syafril kepada BE, kemarin (28/3).



Dijelaskannya, penerbangan yang dilakukan satu kali dalam satu minggu itu akan mulai terbang dari Padang pukul 07.00 WIB, kemudian dari Mukomuko pukul 08.25 WIB tujuan Bengkulu. Setelah dari Bengkulu akan menuju Pulau Enggano pukul 09.55 WIB dan terbang lagi ke Bengkulu, lalu menuju Mukomuko pukul 12.25 WIB dan terbang finish terakhir dari Mukomuko ke Padang Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pukul 13.45 WIB.”Jadi memang terbang hari itu saja,” ujarnya.

Untuk jumlah penumpang sendiri, maskapai Aviastar ini bermuatan 18 orang penumpang. Mengingat jenis pesawat yang digunakan dengan ukuran kecil, bagi panumpang yang ingin menggunakan penerbangan itu, harus jauh-jauh hari melakukan pemesan tiket pesawat.”Memang jumlahnya terbatas,” tambah Syafril.

Meski demikian, jika nantinya antusias masyarakat tinggi untuk menggunakan maskapai tersebut, maka pemprov akan mengusulkan penerbangan 2 kali dalam satu minggu. Namun jika antusiasnya masih sedikit, maka tetap akan dipertahankan satu kali dalam satu minggu.

“Kalau antusiasnya bagus, tentu kita tambah lagi penerbangannya. Kita juga tidak ingin pihak maskapai rugi karena sepinya penumpang,” paparnya.

Kerugian yang dimaksud seperti yang dialami makapai Wing Air yang terbang dari Bengkulu ke Mukomuko beberapa waktu lalu. Karena jumlah penumpangnya terlalu sedikit, maka pihak Wing Air harus membatalkan penerbangan ke Mukomuko. “Jika dipaksakan, tentu akan merugi. Namun tetap kita berupaya agar perbangan ini bisa berjalan dengan baik,” tutup Syafril. (151)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*