Penerapan Prokes di Pasar Masih Rendah

FOTO IST / Suasana Pasar Panorama

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro, sejumlah pedagang di Pasar Panorama Kota Bengkulu tampak tetap beraktivitas seperti biasanya. Namun masih banyak yang tidak mematuhi prokes seperti tidak mengenakan masker saat beraktivitas di pasar.

Menanggapi hal ini, pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bengkulu pun mengaku telah menurunkan petugas untuk menggiatkan sosialisasi kepada para pedagang. Aktivitas tinggi di sektor pasar beresiko tinggi menjadi penyebab terpapar Covid-19 karena berkerumun, saat transaksi jual beli, apalagi tak menggunakan masker.

“Kita ada petugas penagih retribusi lapak yang setiap harinya berkeliling, petugas ini yang kita minta menyampaikan kepada pedagang tentang pentingnya protokol kesehatan,” jelas Kabid Sarana Perdagangan Tertib Niaga Disperindag Kota, Yuliansyah.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Bengkulu Marliadi menyebut, pemerintah harus turun tangan secara langsung dalam mengatasi masalah tersebut. Minimal dengan mencari tahu apa yang menjadi alasan para pedagang maupun masyarakat tersebut abai terhadap prokes.

“Pemerintah tak cukup sebatas sosialisasi, harus dicari tahu alasan dan penyebab mengapa para pedagang itu tidak menghiraukan imbauan penerapan prokes dari pemerintah. Agar bisa dicarikan solusi yang kongkrit kedepannya,” kata Marliadi, Senin (12/07).

Sebelumnya, pihak Disperindag Kota Bengkulu juga telah membagikan sejumlah perlengkapan penunjang prokes kepada para pedagang, seperti masker dan hand sanitizer. Namun dari hari ke hari, minat masyarakat menggunakan masker masih minim. Hal inilah yang diduga menyebabkan angka penularan kasus Covid-19 di Kota Bengkulu makin meningkat. (Imn)