Penemu Ladang Ganja akan Diberi Reward

ARY/BE Kapolres saat memimpin konferensi pers terkait dengan temuan ladang ganja oleh Sat Narkoba Polres Rejang Lebong.  Kedepan Kapolres akan memberikan reward kepada masyarakat yang menginformasikan keberadaan ladang ganja.
ARY/BE Kapolres saat memimpin konferensi pers terkait dengan temuan ladang ganja oleh Sat Narkoba Polres Rejang Lebong. Kedepan Kapolres akan memberikan reward kepada masyarakat yang menginformasikan keberadaan ladang ganja.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Kapolres Rejang Lebong, AKBP Napitupulu Yogi Yusuf SH SIK, meminta peran serta masyarakat dalam memberantas Narkoba di Rejang Lebong. Menurut Kapolres salah satu yang bisa dilakukan masyarakat dalam membantu aparat kepolisian adalah dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian.

Bahkan menurut Kapolres, sebagai bentuk ucapan terima kasih jajaran Polres Rejang Lebong kepada masyarakat yang menyampaikan informasi terkait dengan keberadaan ladang ganja, Kapolres Rejang Lebong akan menyiapkan reward khusus kepada masyarakat yang berhasil menemukan keberadaan ladang ganja dan melaporkanya ke Polres Rejang Lebong.

“Untuk masyarakat yang menemukan keberadaan ladang ganja yang cukup luas, maka akan kami siapkan reward khusus,” janji AKBP Yogi.

Dengan adanya janji reward tersebut, Kapolres berharap masyarakat akan semangat menyampaikan informasi keberadaan ladang ganja yang ada di wilayah hukum Polres Rejang Lebong. Karena menurut Kapolres, selama ini kesadaran masyarakat untuk menyampaikan informasi terkait dengan keberadaan ladang ganja masih sangat rendah.

Hal tersebut terbukti dari kasus penemuan ladang ganja yang dilakukan oleh jajaran Sat Narkoba Polres Rejang Lebong pada Minggu (6/2) kemarin. Dimana menurut Kapolres, dari laporan yang ia terima dari anggotanya yang ke lapangan, di sekitar lokasi penemuan ladang ganja, sangat dekat dengan perkebunan penduduk, bahkan perkebunan tersebut banyak dihuni oleh pemilik-pemilik kebun karena di kawasan tersebut banyak ditemukan pondok-pondok warga yang lengkap dengan hewan penjaga yaitu anjing.

“Kalau dilihat dari lokasi banyak pondok warga yang ditunggu, oleh karena itu kecil kemungkinan mereka tak mengetahui keberadaan kebun ganja ini, tapi warga tak mau melapor dengan kita,” tambah Kapolres didampingi Kasat Narkoba Iptu Sampson Sosa Hutapea saat jumpa pers di halaman Mapolres Rejang Lebong Senin (5/2) kemarin.

Terkait dengan keberadaan ladang ganja yang ditemukan anggotanya sendiri, menurut Kapolres setengahnya sudah dipanen oleh pemiliknya, sehingga tidak menutup kemungkinan saat ini daun ganja tersebut sudah beredar di kalangan masyarakat Rejang Lebong. Daun-daun ganja yang beredar tersebut, menurut Kapolres sudah dalam bentuk siap pakai atau sudah dalam bentuk lintingan.

“Untuk sementara, ganja yang sudah dipanen ini kita indikasikan hanya dijual di Rejang Lebong saja, belum sampai keluar Rejang Lebong,” papar Kapolres.

Sementara itu, terkait dengan keberadaan pemilik ladang sendiri, menurut Kapolres saat ini masih dalam penyelidikan petugas. Operasi yang dilakukan oleh Sat Narkoba Polres Rejang Lebong kemarin diduga bocor, karena dilokasi ditemukannya ladang ganja sinyal handphone cukup kuat, sehingga kemungkinan pemilik ladang ganja sudah kabur setelah ada yang memberitahu adanya petugas yang bergerak menuju kebunnya.

“Dari tanda-tanda yang kita temukan digubuknya, kemungkinan besar pemiliknya baru saja meninggalkan gubuknya bahkan bisa saja masih di sekitar lokasi, karena semua perlengkapan digubuk tersebut lengkap,” jelas Kasat Narkoba Iptu Sampson yang memimpin langsung penemuan ladang ganja. (251)