Pendidikan: Minat Baca Rendah

Ilustrasi
Ilustrasi

KEPALA  Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Mukomuko, M Zum dikonfirmasi Bengkulu Ekspress mengaku, minat membaca masyarakat  yang ada di desa dan kelurahan yang tersebar di belasan kecamatan di daerah tersebut rendah. Ini dibuktikan ketika jajarannya  menjalankan perpustakaan keliling yang langsung mendatangi balai desa.

“Ketika kita singgah ke balai desa, masyarakat yang ingin membaca sangat minim. Masyarakat lebih cenderung melaksanakan aktivitasnya masing – masing,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya akan terus berupaya terus mengajak masyarakat di desa – desa agar minat membaca tinggi.

“Meskipun untuk mengajak masyarakat rajin membaca cukup sulit. Pihaknya akan terus berupaya, seperti tetap menjalankan perpustakaan keliling di desa – desa,” katanya.

Pemerhati pendidikan, Husni Thamrin mengatakan, untuk meningkatkan minat masyarakat membaca tidak hanya bisa dilakukan pihak perpustakaan saja, tetapi harus ada peran semua pihak. Mulai dari  masyarakat itu sendiri, perangkat desa, kecamatan hingga para pejabat di jajaran pemda Mukomuko. Waktu membaca pun tidak harus menghabiskan waktu berjam – jam. Tetapi dilakukan secara rutin. Seperti berbagai macam  judul buku, koran dan bahan bacaan lainnya. Ini akan memberikan pengetahuan  dan bermanfaat bagi warga yang bersangkutan.

“Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat gemar membaca harus ada program khusus yang dijalankan pemerintah yang melibatkan seluruh pihak. Ini diantaranya upaya untuk menekan menekan angka buta aksara di daerah ini,” demikian Thamrin. (900)