Penderita Epilepsi Sering Alami Diskriminasi

epilepsiPENELITIAN yang dilakukan Epilepsy Australia menemukan hampir setengah dari orang yang menderita epilepsi menerima perlakuan tidak adil atau diskriminasi di tempat kerja

Dr Michelle Bellon, anggota dari The Epilepsi Centre SA & NT, mengatakan temuan penelitian menyoroti ancaman yang signifikan epilepsi untuk kesehatan mental seseorang dan kesejahteraan penderita epilepsi.

“Pengobatan tidak adil dan stigma dapat menyebabkan stres, yang kemungkinan akan memperburuk gejala epilepsi,” kata Dr Bellon dalam sebuah pernyataan, dilansir dari laman AAP, Senin (18/3).

“Hal yang paling memprihatinkan, meskipun Australia dikenal sebagai anti-diskriminasi, namun 47 persen diskriminasi biasanya diikuti oleh penyerangan atau bullying,” kata Bellon.

Denise Chapman, CEO dari Epilepsi Australia Sydney, mengatakan kesadaran masyarakat dan pemahaman epilepsi adalah kunci untuk menghilangkan diskriminasi di tempat kerja dan di masyarakat.

“Konsekuensi sosial atau stigma yang dihadapi oleh orang yang hidup dengan epilepsi seringkali lebih buruk daripada gangguan itu sendiri,” kata Mrs Chapman.(fny/jpnn)