Pendaftaran Camat dan Lurah Dibuka 15 Januari

BACALEG
Foto : Ist

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Jika tidak ada aral melintang, Pemerintah Kota Bengkulu akan membuka pendaftaran Camat dan Lurah pada 15 Januari mendatang. Pendaftaran yang dilakukan secara online, dan para pendaftar wajib melampir visi dan misi. Setelah pendaftaran akan dilakukan seleksi administratif dan dilakukan psikotes dengan sistem CAT (Computer Assisted Test).

“Setelah itu nanti ada 5 bakal calon yang dipilih masing-masing kelurahan dan kecamatan yang sudah disesuaikan dengan basis kewilayahan berdasarkan hasil CAT tadi. Jadi kita benar-benar ingin yang terbaik,” kata Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi SE MM, kemarin (9/1).

Menurut Dedy, dalam proses penempatan siapa yang menduduki jabatan Lurah dan Camat ini, pihaknya akan menerapkan layaknya seperti pemilihan kepala daerah (Pilkada), karena dari 5 kandidat terpilih dari hasil CAT ini nanti juga diwajibkan mengikuti tes kesehatan dan tes narkoba.

“Jadi, mekanismenya seperti Pilkada betul, nah nanti setelah dinyatakan lulus tes kesehatan dan narkoba, baru layak mengikuti tahapan berikutnya,” papar Dedy.

Setelah itu, masing-masing kandidat harus menyiapkan program serta visi dan misi ketika berikan amanah sebagai Camat dan Lurah, dan visi misi itu harus dipaparkan kepada masyarakat sesuai dengan wilayah. “Kalau ditingkatkan kelurahan itu dipaparkan di hadapan ketua RT, ketua RW, ketua Adat, tokoh masyarakat, dan lainnya. Misalnya, calon Lurah Padang Harapan, saya ketika diberikan amanah menjadi Lurah, maka saya akan menertibkan seluruh tempat maksiat selama ini.

Itu program saya,” ucap Dedy mencontohkan pemaparan visi misi dan program.  Meski memiliki tahapan seperti Pilkada, namun pemilihan tidak berdasarkan perolehan suara dari masyarakat, melainkan melalui pertimbangan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

“Jadi, nanti RT dan RW hanya melihat secara umum dari sekian program bakal calon, karena saat pemaparan program itu juga ada Baperjakat di depannya, jadi kita tidak meninggalkan aturan-aturan. Karena ini hanya inovasi saja, selama ini penempatan Camat dan Lurah itu hanya kecukupaan pangkat saja dan ditunjuk saja, terkadang itu juga bukan wilayah tempat tinggalnya, maka sekarang warganya juga harus kenal sama masyarakat,” jelasnya.

Pihaknya berkeyakinan output yang dihasilkan bisa lebih baik dari sebelumnya, dan tatanan birokrasi ini betul-betul ditempatkan secara tepat dengan porsinya.  “Kalau ini terjadi maka kerja kepala daerah lebih ringan, sekarang ini sampaikan siring mampet depan rumah saja, itu ngaduh ke walikota dan wakil walikota. Nah, artinya hal seperti ini kan bisa ditanggani oleh camat atau lurah,” pungkasnya. (805)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*