Pendaftar PPDB Catut Nama Pejabat

1-20 (1)
1. Dok/Bengkulu Ekspress
Gedung SMKN 1 di Jalan Jati, Kota Bengkulu. Nama pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Provinsi Bengkulu, yakni Sekretaris M Daud Abdullah, dicatut oknum tak bertanggungjawab dalam penyelenggaraan penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMKN 1, belum lama ini

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Nama pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Provinsi Bengkulu, yakni Sekretaris M Daud Abdullah, dicatut oknum tak bertanggungjawab dalam penyelenggaraan penerimaan peserta didik baru (PPDB), belum lama ini. Pencatutan nama pejabat ini dibenarkan Kepala SMKN 1 Kota Bengkulu Evriza MPd. Ia menerima tamu tidak dikenal yang kemudian menjual nama Sekretaris Dikbud agar anak yang bersangkutan bisa dititipkan di sekolahnya.

” Iya memang ada pencatutan nama pejabat, dan itu banyak. Termasuk Pak Sekdis Dispendikbud Provinsi Bengkulu, ” akunya.

Meski begitu, Evriza tak mau kalah. Ia justru balik menantang si oknum agar menghubungkan langsung dengan Sekdis. Bahkan Evriza meminta agar oknum tersebut meminta memo khusus dari Sekdis untuk bisa menyekolahkan anaknya di SMKN 1.¬† “Saat ditantang, akhirnya ia mengakui tindakanya salah,” cetusnya.

Dikatakan Evriza, hampir setiap tahun irama penerimaan peserta didik selalu dibayang-bayangi dengan siswa titipan hingga dugaan pungutan. Padahal penerimaan peserta didik di SMKN 1 Kota Bengkulu diseleksi sebaik mungkin, tahapan-tahapan seleksi terlapor dengan baik, sehingga sebanyak 448 siswa yang melakukan daftar ulang murni melalui seleksi. Mulai dari computer based tes, wawancara hingga nilai ujian nasional.

Selama proses PPDB hingga daftar ulang, semua dilakukan tanpa adanya pungutan biaya alias gratis. Jika ada oknum yang menyampaikan daftar ulang di SMKN 1 dipungut biaya, maka laporkan sehingga bisa ditindaklanjuti.

“Selama belum ada rapat komite, tidak ada pungutan biaya sekolah. Jika ada laporkan, sekolah akan melakukan pengecekan, praktik pungli tidak bisa dibiarkan,” tukasnya.

Terkait pencatutan namanya tersebut, sejauh Sekretaris Dispendikbud Provinsi Bengkulu M Daud Abdullah belum bisa dikonfirmasi. Hingga keterangan darinya belum diperoleh. (247)