Pencuri Bibit Sawit Dibekuk

rudi - Pencuri Bibit Sawit DibekukGADING CEMPAKA, BE – Seorang pencuri bibit sawit milik PT Agricinal berhasil dibekuk polisi. Pelakunya seorang petani berusia 23 tahun,AS, warga Desa Rawa Indah Kecamatan Talo Kabupaten Seluma. Pria ini ditangkap oleh Satuan Unit Opsnal Dit Reskrim Umum Polda Bengkulu. Karena telah mencuri sebanyak 30 batang bibit sawit milik perusahaan perkebunan sawit terbesar di Provinsi Bengkulu ini.

AS tak sendirian dalam beraksi, kedua rekannya sebelumnya, Junaidi (33) dan Kundusman (37), keduanya juga warga Desa Rawa Indah Kecamatan Talo Kabupaten Seluma, sudah lebih dulu ditangkap dan dijebloskan ke penjara. “Penangkapan AS hasil pengembangan yang kita lakukan terhadap 2 tersangka sebelumnya. Dia ini telah lama kita intai.

Saat dia melakukan aksinya dini hari tadi (kemarin-red), pelaku langsung kita bekuk dan kita bawa kesini,” kata Dir Reskrim Umum Polda Bengkulu, Kombes Pol Dedy  Irianto, SH didampingi Kanit Opsnal Kompol Max Mariners SIK saat dijumpai di ruang kerjanya, kemarin.

Bersama tersangka, polisi juga mengamankan beberapa batang bibit kelapa sawit. Pria ini diamankan di Mapolda Bengkulu untuk memudahkan proses pemeriksaan lebih lanjut.

Diwawancarai, AS mengakui telah mencuri bibit sawit milik PT Agricinal tersebut. Namun, kata tersangka pencurian itu bukan mereka saja yang melakukannya. Banyak warga lainnya juga mencuri sawit milik PT Agricinal itu. “Nasib saya sedang apes saja. Padahal banyak warga lain yang melakukannya,” beber ayah dengan satu anak ini.

Dalam mencuri tersangka mengaku mengambil bibit Sawit seharga Rp 15 ribu/batang itu secara berangsur-angsur. Mereka menggunakan motor saat mencuri. Setiap kali beraksi setidaknya dia berhasil membawa sekitar 5 batang bibit.

Oleh tersangka bibit itu bukan untuk dijual, melainkan untuk ditanam dikebun mereka. “Bibit  sawit itu, kami curi untuk menganti bibit kami yang ditanam dikebun mati. Soalnya, untuk membeli bibit sendiri kami tidak sanggup. Karena harganya cukup mahal,” demikian Aang. (009)