Pencetakan KIA Dikebut

Foto : IST

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bengkulu mengejar target pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA). Saat ini telah tersedia sebanyak 26 ribu blangko, dan terhitung hingga bulan Februari, Dukcapil sudah mencetak sebanyak 720 keping KIA.

“Kita sudah mulai sejak November 2018 lalu, kita langsung terjun ke SMPN 22 dan SMPN 11 di Bentiring. Kita tak bisa targetkan tuntas 26 ribu, tetapi kita targetkan untuk siswa SD, dan SMP, termasuk melayani masyarakat yang memang datang ke kantor untuk membuat KIA itu,” kata Kepala Disdukcapil kota, Drs Sudarto WS MSi, kemarin (10/2).

Menurutnya, KIA ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya para orang tua yang sudah memiliki anak, sehingga KIA ini menjadi identitas kependudukan anak sebelum resmi mendapatkan Kartu Tanda Kependudukan elektronik (e-KTP).

“Sering ada komplain dari masyarakat pada saat di bandara, terkadang anak itu ditanya identitas diminta akta lahir sama Kartu Keluarga, nah itukan ribet tidak praktis. Maka kalau sudah ada KIA, cukup tunjukkan KIA saja. Nah, itu salah satu manfaatnya,” bebernya.



Untuk program jemput bola, pihaknya akan memprioritaskan untuk anak-anak SMP, karena sedang menuju dewasa dan dari segi manfaatnya juga lebih panjang, paling tidak 5 tahun bisa menggunakan KIA.  “Untuk umur SMP, saya terima informasi dari Diknas mencapai 15 ribuan, dan yang kita cetak 26 ribu untuk mengantisipasi yang umur 0-5, dan umur SD, ditambah lagi sebagai antisipasi jika ada blanko yang rusak,” terang Sudarto.

Ia juga mengungkapkan bahwa program jemput bola untuk pencetakan KIA ini akan dibuat lebih praktis dari sebelumnya, dengan cara bekerjasama dengan pihak sekolah untuk mengumpulkan data-data murid, kemudian diserahkan ke Dukcapil. Selanjutnya, pihak Dukcapil melakukan verifikasi dan pencetakan langsung di kantor sesuai dengan jumlah anak tersebut, dan setelah selesai barulah akan diserahkan kembali ke pihak sekolah.

Menurut Sudarto, hal ini lebih efektif dan efisien. Sebab, selama ini pihaknya datang langsung ke sekolah menurunkan beberapa petugas kemudian membawa mesin cetak dan peralatan yang dibutuhkan dengan tujuan untuk mencetak langsung ditempat.

Hanya saja, proses ini justru terkesan mengganggu aktifitas belajar mengajar anak disekolah karena tidak fokus dengan kedatangan petugas dari Dukcapil tersebut.  “Jadi, nanti cukup dikoordinir sama Kepala Sekolah, dan kita cetak di kantor, nah cara ini lebih menguntungkan baik kami maupun pihak sekolah, karena tidak menganggu kegiatan belajar mengajar,” pungkasnya. (805)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*