Pencarian Korban Dihentikan

Foto : Kalak BPBD Benteng, Drs Tomi Marisi MSi

Masa Tanggap Darurat Berakhir

BENTENG, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) akhirnya memutuskan untuk mengakhiri masa tanggap darurat bencana pada Senin (6/5) kemarin. Dengan demikian, upaya pencarian warga yang hilang akhibat bencana terpaksa dihentikan.

“Hari ini adalah hari terakhir masa tanggap darurat bencana di Kabupaten Benteng. Kami juga sudah mendatangi pihak keluarga korban yang hilang dan memberikan pengertian bahwa upaya pencarian sudah dilakukan optimal. Alhamdulillah, mereka bisa menerima dan memahami,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Benteng, Drs Tomi Marisi MSi, kemarin.

Selain kegiatan di lokasi bencana, sambung Tomi, aktivitas di posko bencana juga akan diakhiri. Karena itulah, semua tenda-tenda posko bencana yang bertempat di kawasan Terminal Desa Nakau, Kecamatan Talang Empat akan dibongkar. “Bagi yang ingin menyalurkan bantuan, tentu masih diterima. Sebab, bantuan masih dibutuhkan. Bantuan silakan saja disalurkan ke masing-masing tempat (lokasi terdampak bencana),” sambung Tomi.

DOK/Bengkulu EkspressĀ LUMPUR : Kondisi rumah warga di Desa Genting, Kecamatan Bang Haji, Kabupaten Benteng yang terendam lumpur beberapa waktu lalu.

Atas bencana alam yang terjadi, lanjutnya, Pemda Benteng akan menggelar rapat evaluasi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terakait untuk membantu memulihkan perekonomian masyarakat pasca bencana banjir dan longsor. “Harapan kami adalah masyarakat bisa menjalankan aktivitas seperti normal kembali. Itulah yang menjadi tugas berat kami,” papar Tomi.

Mantan Kabag Pemerintahan Setda Pemkab Benteng ini menuturkan, seluruh bantuan sudah disalurkan secara tertib melalui Pemerintah Kecamatan masing-masing. Meski demikian, beberapa lokasi memang masih dalam kondisi yang memprihatinkan.

Salah satunya adalah di Desa Genting, Kecamatan Bang Haji. Di lokasi tersebut, seluruh desa terendam banjir serta tertimbun longasor yang menyisakan material lumpur di mana-mana. Baik di rumah warga, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan hingga semua infrastruktur. Membantu menyelesaikan permasalahan itu, semua pihak sudah banyak berdatangan untuk membantu membersihkan lumpur.

“Terkhusus di Desa Genting, terdapat sekitar 300 warga yang tergabung dalam 100 KK masih berada di pengungsian. Sekarang sudah mulai pulih. Air bersih juga terus kami didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan warga,” demikian Tomi.(135)