Pencarian Empat Korban HilangResmi Dihentikan

EKO/Bengkulu EkspressKONFRENSI PERS: BPBD, Basarnas, TNI saat melakukan konfrensi pers penanganan bancana alam banjir dan tanah longsor, di Kantor BPBD Provinsi Bengkulu, Minggu (5/5).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Setelah melewati lebih dari 7 hari, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) akhirnya menghentikan proses pencarian korban yang hilang akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi di Provinsi Bengkulu. Setidaknya masih ada empat korban bencana alam yang masih hilang.

Korban hilang itu ialah Tumini (60) Kecamatan Maje Kabupaten Kaur, lalu ada dua orang dari Kabupaten Bengkulu Tengah yaitu Lahidin (45) bin Sukimin warga Desa Rajak Besi dan Kanelo Alfareza (1,6 tahun) warga Desa Susup. Kemudian satu orang lagi berada di Kabupaten Kepahiang atas nama Rohim (50) warga Simpang Kota Beringin.

Kepala Basarnas Provinsi Bengkulu, Abdul Malik SSos mengatakan, saat ini dirinya sudah mulai melakukan penarikan Tim Basarnas yang berada di lapangan. “Proses pencarian sesuai dengan SOP, kita hentikan,” terang Malik dalam konfrensi pers di Kantor BPBD Provinsi Bengkulu, kemarin (5/5).

Dikatakannya, hilangnya korban bencana alam tersebut juga sudah diiklaskan dari pihak keluarga. Berbagai upaya untuk melakukan pencarian juga sudah dilakukan. Namun demikian, proses pencarian juga masih belum ditemukan.



Malik mengatakan, belum ditemukan korban yang hilang seperti di Kabupaten Bengkulu Tengah lantaran terkenda medan lokasi yang banyak dipenuhi puing-puing bekas longsor. Begitupun dengan proses pencarian juga menggunakan sistem manual. Mengingat daerah tersebut sudah terisolir dan alat berat juga susah untuk masuk. “Keluarga korban sudah mengiklaskan,” tambahnya.

Meski tim sudah ditarik, Malik menegaskan, apabila nantinya warga menemukan tanda-tanda korban hilang disekitar lokasi, pihaknya siap untuk terjun kelokasi lagi. Sehingga korban bisa segara ditemukan. “Kalau ada tanda-tanda ditemukan, kami siap terjun untuk melakukan bantuan,” tutur Malik.

Sementara itu, Kapenrem 041 Gamas Mayor ARM Budi Satria SH mengatakan, meski dari Basarnas telah menghentikan proses pencarian korban hilang sesuai dengan SOP 7 hari, namun demikian proses pencarian dari TNI masih dilakukan. Pencarian sendiri akan tetap dilakukan sampai 1 bulan kedepan. Tidak hanya pencarian korban hilang, TNI juga akan membantu masyarakat dalam pasca banjir. “Dalam satu bulan ini, TNI tetap akan membantu masyarakat,” terang Budi.

Bantuan yang dilakukan itu seperti membersihkan lumpur bekas banjir dan tanah longsor. Khususnya di desa yang terisolir seperti Desa Genting Kabupaten Bengkulu Tengah.  “Daerah yang terisolir akan tetap kami masuki,” tambahnya.

Disisi lain, Kepala BPBD Provinsi Bengkulu, Rusdi Bakar mengatakan, untuk saat ini secara data yang didapat, ada 24 orang yang meninggal akibat bencana alam banjir dan tanah longsor. Kemudian 4 orang masih dinyatakan hilang, 2 orang luka berat dan 2 orang luka ringan. “Kami berterimakasih kepada semua pihak yang telah melakukan bantuan. Baik melakukan pencarian korban, evakuasi dan bantuan logistik lainnya,” terang Rusdi.

Meski status tanggap darurat bencana alam dan pencarian korban hilang dihentikan, namun demikian untuk Posko utama di BPBD Provinsi masih diaktifkan. BPBD masih akan tetap menerima bantuan dari masyarakat dan mendistribusikan kepada korban bencana alam. “Untuk satu bulan kedepan, posko masih kita aktifkan,” tuturnya.

Dalam masa transisi dan pemulihaan bencana alam sendiri, BPBD akan menunggu petujuk kembali dari hasil dilapangan. Termasuk petunjuk langsung dari Gubernur Bengkulu.  “Rencana kedepan, kita akan terus melihat pekerbangan apa yang harus kita lakukan,” pungkas Rusdi. (151)