Pencarian Bocah Tenggelam Dihentikan

PENCARIAN Tim gabungan saat menghentikan pencarian korban tegelam di air Nasal, Minggu (175)NASAL,BE– Upaya pencarian terhadap korban Budi Ansori (9), warga Desa Air Pahlawan Kecamatan Nasal, bocah yang tenggelam di sungai Air Nasal, Selasa (12/5) lalu. Akhirnya dihentikan, karena tim penyelam, Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Gabungan Tim Searh and Resque (SAR) Polda Bengkulu, tidak menemukan korban pada pencarian hari ke enam, Minggu (17/5). “Kita bersama tim gabungan sudah melakukan pencarian selama enam hari ini. Juga kita tadi sudah melakukan penyelaman hingga kedalaman 20 meter dan menyisir di sepanjang lokasi kejadian. Tetapi tidak berhasil menemukan korban,” kata Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto, S.IK melalui Kapolsek Nasal Iptu Hartono Budi kemarin.

Kapolsek mengatakan, sebelumnya tim gabungan yang terdiri dari Basarnas dan SAR Polda Bengkulu , Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaur, serta masyarakat melakukan pencarian sejak Selasa (12/5) ketika korban terseret arus muara Sungai Nasal.

Upaya pencarian tersebut telah dihentikan terlebih dahulu ketika memasuki hari enam. Pasalnya, batas waktu pencarian terhadap korban yang tenggelam hanya satu pekan terhitung sejak kejadian berlangsung. Sebab sesuai dengan pengalaman apabila sesudah seminggu setiap korban tenggelam tidak bisa ditemukan, maka tim pencarian dihentikan. “Kita sudah sepakat untuk menghentikan pencarian korban, dan juga ini kita lakukan sesuai dengan batas waktu pencarian. Dalam pencarin ini kita sudah telusuri semua aliran sungai, bahkan sampai ke laut. Tapi juga belum ditemukan,” terang Kapolsek.

Kapolsek mengatakan, pihaknya bersama Kepala Desa (Kades). Telah menjelaskan kepada keluarga korban situasi yang ditemui oleh tim penyelamat dan berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mencari korban. Keluarga korban yang mendapat penjelasan tersebut kemudian menerima kondisi yang ada dan secara ikhlas merelakan kejadian yang menimpah anak mereka. “Terima kasih saya sampaikan kepada semua pihak, terutama Basarnas dan SAR Bengkulu yang sudah ikut membantu melakukan pencarian hari ini. Saya berharap keluarga korban bisa menerima semua ini,” ujarnya.

Sementara itu, Supar (30) orang tua Budi mengatakan, ia bersama keluarga telah mengikhlaskan kepergian anak pertamanya itu. Namun untuk pencarian terhadap bocah tenggelam masih terus dilakukan tapi tidak melibatkan Basarnas dan Polisi. Namun pihak keluarga serta masyarakat setempat termasuk para nelayan masih melaklukan pencarian di peraiaran Air Nasal.

“Tim gabungan sudah menghentikan usaha pencarian. Tapi kita dari keluarga dan warga setempat tetap terus melakukan usaha pencarian,” ujarnya.

Sebagaimana berita sebelumnya, Budi siswa duduk dibangku kelas II SD 06 Nasal itu, tengelam itu Selasa (16/5) sekitar 15.30 WIB. Berawal dari korban, sehabis pulang dari sekolah, sekitar pukul 12.00 WIB, korban bersama empat orang teman-teman sekolahnya mandi di sungai Air Nasal, tepatnya di sekitar jembatan Desa Air Pahlawan Air Nasal. Namun naas, saat korban sedang asyik mandi, korban tiba-tiba tenggelam.(618)