Pencari Akik Hilang 3 Hari

Ari, Petugas Basarnaa saat berkoordinasi untuk mencari dua pencari batu akik yang sempat menghilang sebelum ditemukan kemarin soreCURUP, BE – Fenomena Batu Akik di Provinsi Bengkulu memberikan cerita tersendiri bagi masyarakat Rejang Lebong. Bila sebelumnya ada satu keluarga asal Bengkulu meninggal di Jakarta saat menjual batu akik. Kemudian satu orang pemuda di Kota Bengkulu meninggal saat sedang mengasah batu akik.

Lain pula yang terjadi di Kabupaten Rejang Lebong. Dimana diketahui dua orang petani yang sedang mencari batu akik dikabarkan menghilang di kawasan Bukit Kelam Blok 17 A Kawasan Hutan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) Kecamatan Selupu Rejang.  Keduanya dikabarkan menghilang sejak Minggu (26/4) lalu.  Kedua petani yang menghilang tersebut adalah Arifin (43) dan Parno (39) keduanya merupakan warga Kelurahan Air Duku Kecamatan Selupu Rejang.

Setelah sempat menghilang selama 3 hari, akhirnya keduanya ditemukan kemarin (29/4) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Keduanya ditemukan di Kawasan Hutan Desa Kasie Kasubun Kecamatan Padang Ulak Tanding atau berjarak puluhan kilo dari lokasi awal mereka menghilang. Keduanya ditemukan setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan dari Basarnas baik provinsi maupun Kabupaten Rejang Lebong, kemudian jajaran Polres Rejang Lebong dan warga setempat. Bahkan tim gabungan telah mendirikan posko pencarian di kawasan SPN Bukit Kaba Kecamatan Selupu Rejang.

Terkait dengan hilangnya kedua pencari batu akik tersebut, Lurah Air Duku, Siswanto menjelaskan keduanya berangkat dari rumah sekitar pukul 11.00 WIB, Minggu siang (26/4) dengan menggunakan motor.  Saat hendak berangkat keduanya berpamitan akan mencari batu akik di kawasan hutan bukit kelam blok 17 A.

Hanya saja, setelah lebih dari 1 X 24 jam keduanya tak kunjung kembali ke rumah. Kondisi tersebut tentunya membuat kekhawatiran sendiri bagi keluarga keduanya. “Setelah 1 X 24 jam keduanya tidak pulang kemudian keluarganya melaporkan kepada pihak kelurahan, kecamatan dan kepolisian,” ungkap Siswanto.

Mendapat informasi tersebut, kemudian keluarga dibantu petugas langsung melakukan pencarian. Setelah dilakukan pencarian hingga ke titik air terjun air lirik yang berada di dalam kawasan hutan TNKS, keduanya tetap tidak di temukan.

“Saat dilakukan pencarian, yang ditemukan hanya sepeda motor yang digunakan keduanya saat hendak mencari batu. Motor tersebut ditinggalkan di sebuah pondok kebun kopi milik Ruslan (55), warga Air Duku,” tambah Siswanto.

Lebih lanjut Siswanto menjelaskan, selain menemukan sepeda motor keduanya, tim pencari juga menemukan jejak mereka masuk kedalam hutan. Kemudian menemukan bongkahan batu pecah yang diduga dilakukan keduanya saat mencari batu.

Setelah tiga hari menghilang dan dilakukan pencarian, kedua korban akhirnya ditemukan oleh warga di hutan Desa Kasie Kasubun Kec PUT.  Keduanya mengaku tersasar dan tidak tahu jalan pulang saat masuk ke dalam hutan bukit kelam kawasan TNKS.

“Saat kita tengah melakukan pencarian, kita mendapat informasi dari Kades Kasie Kasubun, bila keduanya ditemukan di daerah mereka, saat itu keduanya sudah diamankan di rumah Kades,” jelas Siswanto

Setelah mendapat informasi tersebut, kemudian keluarga dibantu petugas melakukan penjemputan dan membawa keduanya kembali kekeluarganya.  Sementara itu, saat dikonfirmasi, Camat Selupu Rejang, Mizan Syahroni menjelaskan bahwa keduanya baru pertama kali melakukan pencarian batu akik di kawasan tersebut. Keduanya nekad mencari batu lantaran tertarik dengan potensi bisnis penjualan batu akik yang  saat ini sedang menggiurkan di Kabupaten Rejang Lebong.

“Kita berterima kasih kepada semua jajaran, yang telah mambantu mencari keberadaan kedua warga kita hingga akhirnya ditemukan,” ungkap Mizan. (251)