Pencairan Dana BOS Terkendala Laporan

bos
Foto : IST

ARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress – Dari 295 sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang ada di Kabupaten Bengkulu Utara (BU), baik swasta maupun negeri, baru 40 persen saja yang sudah bisa mencairkan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) triwulan ke III tahun 2018. Sedangkan 60 persen lainnya belum bisa mencairkan lantaran terganjal laporan. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Bengkulu Utara, Margono SPd melalui Sekretaris, Solita Meida MPd.

“Dana BOS triwulan ke III tahun ini untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah cair. Hanya saja yang sudah bisa mencairkan baru 40 persen,” katanya.

Menurut Solita Meida, ini disebabkan kebanyakan sekolah belum menyampaikan laporan untuk triwulan I dan II ke Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) .”Mereka tidak bisa mencairkan jika laporan dana BOS triwulan ke I dan II belum selesai,” tuturnya.

Disampaikan Solita, adapun jumlah dana BOS triwulan ke III ini mencapai Rp 7.776.680.000, dengan rincian untuk SD negeri berjumlah Rp 4.883.600.000 dengan jumlah siswa mencapai 31.613. Kemudian untuk SD swasta dengan jumlah siswa 1.642 orang jumlah dana BOS mencapai Rp 260 juta. Untuk SMP negeri dengan jumlah siswa 12.424 mendapatkan dana BOS sebesar Rp 2.457.000.000 dan SMP swasta jumlah siswa 360 orang dengan total dana bos mencapai Rp 76.400.000.

Ia melanjutkan, pencairan dana BOS triwulan III ini dicairkan berjumlah 20 persen, sedangkan triwulan I 20 persen, triwulan II 40 persen dan triwulan ke-IV 20 persen.

“Setelah merealisasikan seluruh anggaran, maka sekolah harus membuat laporan dana BOS kembali sebagai syarat pengajuan pencairan dana BOS triwulan ke IV nantinya, kami harapkan agar tidak terhambat dan atur pelaporannya dengan baik sehingga tidak menghambat proses pencairan dana BOS tersebut,” pungkasnya.(cw1)