Penanganan Gizi Buruk Tugas Bersama

Gizi Buruk
photo;ist

CURUP, Bengkulu Ekspress – Menyikapi adanya sejumlah kasus gizi buruk di Kabupaten Rejang Lebong dalam beberapa waktu terakhir. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong, Syamsir SKM menegaskan bahwa masalah gizi buruk bukan hanya masalah Dinas Kesehatan saja melainkan bersama sejumlah OPD terkait.

“Kalau berbicara masalah gizi buruk, sebenarnya bukan hanya tugas dari Dinas Kesehatan saja,” tegas Syamsir.

Terutama dalam hal pencegahan, dimana menurut Syamsir adalah dalam hal pencegahan bukan hanya menjadi tugas dari Dinas Kesehatan, karena menurutnya kasus gizi buruk disebabkan oleh beberapa faktor mulia dari kesehatan lingkungan seperti sanitasi yang menjadi tugas dari Dinas Pekerjaan Umum, begitu juga dengan kebutuhan akan gizi, yang menurut Syamsir bukan hanya tugas dari Dinas Kesehatan namun juga beberapa dinas terkait salah satunya Dinas Ketahanan Pangan dalam hal ketersediaan pangan untuk masyarakat.



“Jadi semua OPD terkait harus terlibat dalam penanganan gizi buruk ini,” sampai Syamsir.

Sementara itu, untuk langkah pencegahan yang dilakukan oleh Dinkes Rejang Lebong, menurut Syamsir sejumlah langkah telah mereka lakukan salah satunya dengan kegiatan Posyandu yang mereka laksanakan.

Karena dengan kegiatan Posyandu petugas bisa mendeteksi seorang anak apakah menderita gizi buruk atau tidaknya dengan melihat pertumbuhan sang anak salah satunya melalui berat badan anak.”Selain Posyandu kita juga telah menyiapan makanan tambahan untuk bayi dan anak di Rejang Lebong ini,” sampai Syamsir.

Kemudian menurut Syamsir, bila ada kejadian gizi buruk, maka petugas akan langsung membawanya ke RSUD Curup untuk mendapat penanganan yang pas, bahkan untuk keluarga yang belum memiliki jaminan kesehatan, Pemerintah Kabupaten Rejang MLebong akan tetap membantu biaya bahkan untuk membuatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS).”Meskipun mereka belum memiliki KIS akan tetap kita layani, bahkan nanti kita yang akan membantu membuatkan KISnya,” sampai Syamsir.

Selain itu, Syamsir berharap dengan terbentuknya kader Kesehatan 211 yang dibentuk hingga ketingkat dusun dan RT yang ada di Kabupaten Rejang Lebong, semua permasalahan kesehatan di Kabupaten Rejang Lebong bisa diatasi dan bisa dideteksi dini. Karena menurut Syamsir Kader Kesehatan 211 ini menyentuh langsung masyarakat.”Saat ini Kader Kesehatan kita ada ditingkat dusun dan RT, bahkan yang menemukan kasus di Kepala Curup kemarin adalah kader kesehatan kita,” terang Syamsir. (251)